Memajukan kesehatan wanita: teknologi pewarnaan ganda p16/Ki-67 meningkatkan diagnosis kanker serviks

Januari 4, 2022 Bullet Artikel

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang dampak kanker serviks terhadap kehidupan wanita di seluruh dunia dan langkah-langkah yang diambil organisasi untuk memberantas penyakit ini secara global, silakan kunjungi kampanye Conquering Cancer. Klik di sini untuk video terkait kampanye ini. 

Artikel ini merupakan bagian dari seri terbaru tentang diagnostik dalam bidang Kesehatan Wanita. Kami akan terus menambahkan kisah dan konten baru sepanjang tahun. 

Pada tahun 2020, FDA AS menyetujui penggunaan teknologi pewarnaan ganda p16/Ki-67 [1], yang ditujukan untuk memajukan triase kanker serviks dengan memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan stratifikasi risiko yang lebih baik dibandingkan penggunaan sitologi saat ini atau pengujian bersama dengan genotipe HPV16/18 [2]. Perkembangan ini menjanjikan peningkatan hasil pada pasien dan pengurangan biaya dalam penanganan penyakit yang sangat bisa dicegah.

Nilai biomarker pewarnaan ganda p16/Ki‑67 dalam triase.

Dalam beberapa tahun terakhir, skrining HPV primer mengalami peningkatan di banyak negara, yang kini menawarkan program yang diperluas dengan sitologi Pap dan tes DNA HPV. Karena infeksi HPV tidak selalu mengarah pada kanker serviks, wanita tetap perlu menjalani skrining triase setelah tes HPV primer positif untuk menentukan tingkat risiko kanker serviks mereka. Mengarahkan setiap kasus positif ke kolposkopi bukanlah hal yang realistis. Prosedur invasif ini tidak hanya berbiaya tinggi, tetapi juga menimbulkan stres yang tidak perlu pada pasien, terutama mengingat sebagian besar infeksi HPV bersifat sementara dan dapat sembuh sendiri.

Pilihan triase saat ini di sebagian besar negara mencakup penggunaan sitologi tunggal atau pengujian bersama dengan genotipe HPV. Namun, metode berbasis sitologi diketahui membutuhkan banyak sumber daya dan hasilnya bergantung pada interpretasi [3]. Genotipe HPV bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian yang terkait dengan sitologi Pap, tetapi tidak dapat memberikan jaminan penuh baik untuk pasien maupun dokter ketika hasil HPV positif diperoleh.

Pewarnaan untuk biomarker p16/Ki-67 dalam triase telah menjadi subjek berbagai penelitian selama bertahun-tahun [4]. Karena kedua biomarker ini saling eksklusif dalam sel normal, adanya indikasi keduanya menunjukkan bahwa sel sedang mengalami infeksi HPV yang bertransformasi dan pasien berada pada risiko yang lebih tinggi.

Uji coba penting Improving Primary Screening and Colposcopy Triage (IMPACT) [2], yang hasilnya dipublikasikan pada Juli 2021, melibatkan lebih dari 35.000 wanita yang memenuhi syarat (berusia antara 25 hingga 65 tahun) dan diikuti selama satu tahun di Amerika Serikat. Uji coba ini mengevaluasi penggunaan pewarnaan biomarker ganda untuk p16 dan Ki-67 dibandingkan dengan (a) sitologi Pap tunggal dan (b) pengujian bersama dengan genotipe HPV16/18. Berikut temuan utama:

  • Biomarker pewarnaan ganda lebih efisien dalam mendeteksi penyakit serviks. Pada tahap penyakit CIN2, sitologi Pap tunggal mampu mendeteksi dengan tingkat 65,9%, sedangkan pengujian bersama menunjukkan tingkat 76,4%. Pewarnaan biomarker ganda mampu mendeteksi pada tingkat 86,5%. Kecenderungan ini juga berlaku untuk mendeteksi penyakit pada tahap CIN3. Di antara pasien yang diarahkan ke kolposkopi, wanita yang ditriase dengan pewarnaan ganda dan didapati menderita penyakit berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan yang ditriase menggunakan sitologi Pap.
  • Biomarker pewarnaan ganda mampu melakukan stratifikasi risiko. Meskipun genotipe HPV16/18 bernilai penting dalam mendeteksi keberadaan strain berisiko tinggi 16 dan 18, metode ini tidak mencakup 12 strain lainnya yang tidak umum, tetapi tetap terkait dengan penyebab kanker serviks. Dalam kelompok 12 strain HPV-positif lainnya, pewarnaan biomarker ganda mampu melakukan stratifikasi pasien lebih lanjut ke dalam kelompok berisiko tinggi atau berisiko rendah.
  • Biomarker pewarnaan ganda mampu melakukan stratifikasi risiko lebih baik daripada sitologi Pap. Sitologi Pap juga digunakan dalam triase, tetapi biomarker pewarnaan ganda menunjukkan keunggulan dibandingkan metode berbasis sitologi untuk stratifikasi risiko. Pada kelompok berisiko tinggi, pewarnaan ganda mampu mendeteksi risiko dengan tingkat 19,6% vs. deteksi risiko sitologi Pap 17,8%. Dalam kelompok berisiko rendah, pewarnaan ganda juga lebih unggul dengan tingkat 3,6% dibandingkan 7,4% pada sitologi Pap.

Jelas, pewarnaan biomarker ganda adalah metode skrining yang tepat dan tidak menyisakan ruang untuk salah interpretasi. Metode ini juga memberi wanita kendali lebih besar atas perjalanan kesehatan mereka. Jika sebelumnya hasil negatif sering menimbulkan ambiguitas, kini hasil tersebut menegaskan kepastian status bebas penyakit. Pewarnaan ganda juga memberikan nilai besar bagi para dokter karena mereka tidak perlu khawatir akan hilangnya tindak lanjut, yang telah terbukti terjadi pada 4 dari 10 wanita [5].

Mengingat manfaat tersebut, negara-negara seperti Prancis dan Jerman telah memasukkan biomarker ganda p16/ki-67 ke dalam pedoman klinis, dan makin banyak negara lain mulai menggunakannya dalam praktik klinis.

Menuju pencapaian target 90-70-90 dari Organisasi Kesehatan Dunia

Teknologi pewarnaan ganda merupakan pelengkap penting bagi vaksinasi HPV, yang terkadang dianggap sebagai lini pertahanan terdepan dalam melawan kanker serviks. Dari 14 genotipe yang terkait dengan strain HPV penyebab kanker, sebagian besar vaksin HPV memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap 2 strain berisiko tinggi yang paling umum, yaitu HPV 16 dan HPV 18 [3]. Namun, infeksi dari strain lainnya masih dapat terjadi, sehingga skrining dan triase tetap menjadi kebutuhan berkelanjutan.

Pentingnya diagnostik tampak jelas dalam Global Strategy to Accelerate the Elimination of Cervical Cancer dari Organisasi Kesehatan Dunia, yang dirilis pada tahun 2020 dan mencakup pendekatan 3 cabang berupa vaksinasi, skrining, dan pengobatan. Target ’90-70-90′ bertujuan untuk memastikan bahwa 90% anak perempuan akan divaksinasi penuh terhadap HPV sebelum usia 15 tahun; 70% wanita akan dilakukan skrining dengan tes berkinerja tinggi pada usia 35 tahun dan sekali lagi pada usia 45 tahun; serta 90% wanita yang teridentifikasi mengidap penyakit serviks akan menerima pengobatan.

Dengan 604.000 perempuan terdiagnosis mengidap kanker serviks pada tahun 2020, serta 342.000 kematian akibat penyakit ini, kanker serviks masih menempati peringkat keempat sebagai jenis kanker paling umum pada perempuan [6]. Dalam hal skrining, konsistensi dengan tes berkinerja tinggi dan deteksi dini akan menjadi kunci untuk mengatasi kanker yang 100% bisa dicegah.

Dengan ditambahkannya alat yang efektif dalam pemeriksaan triase, makin banyak negara kini dapat berada di jalur pencapaian target 90-70-90 pada tahun 2030, serta mewujudkan tahap bebas kanker serviks pada abad mendatang.

Referensi:

[1] Accessdata.fda.gov. 2022. Premarket Approval (PMA). [online] Tersedia di: <https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cdrh/cfdocs/cfpma/pma.cfm?id=P190024> [Accessed 4 January 2022].

[2]  Wright, T., Stoler, M., Ranger‐Moore, J., Fang, Q., Volkir, P., Safaeian, M. dan Ridder, R., 2021. Clinical validation of p16/Ki‐67 dual‐stained cytology triage of HPV ‐positive women: Results from the IMPACT trial. International Journal of Cancer, 150(3), hal. 461—471.

[3] Safaeian, M., Solomon, D. dan Castle, P., 2007. Cervical Cancer Prevention—Cervical Screening: Science in Evolution. Obstetrics and Gynecology Clinics of North America, 34(4), hal. 739—760.

[4] Wentzensen, N., Schwartz, L., Zuna, R., Smith, K., Mathews, C., Gold, M., Allen, R., Zhang, R., Dunn, S., Walker, J. dan Schiffman, M., 2012. Performance of p16/Ki-67 Immunostaining to Detect Cervical Cancer Precursors in a Colposcopy Referral Population. Clinical Cancer Research, 18(15), hal. 4154—4162.

[5] Rebolj, M. dan Lynge, E., 2010. Incomplete follow-up of positive HPV tests: overview of randomised controlled trials on primary cervical screening. British Journal of Cancer, 103(3), hal. 310—314.

[6] World Health Organisation Fact Sheet on Cervical Cancer. Tersedia di: <https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/cancers/23-Cervix-uteri-fact-sheet.pdf> [Diakses 4 Januari 2022].

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top