Analisis gas darah dapat memainkan peran penting dalam penanganan kasus COVID-19 berat, tetapi penerapan yang tidak tepat dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat dan membuat tenaga kesehatan terpapar risiko keselamatan biologis. Inilah pesan utama dari wawancara video terbaru dengan Prof. Xuefeng Wang, Direktur Laboratorium Departemen di Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong, Shanghai, Tiongkok. Video tersebut memuat wawasan dari garis depan mengenai cara mengelola pengujian gas darah dari laboratorium pusat maupun di pemeriksaan di tempat perawatan (POC). Video tersebut juga berisi kiat-kiat untuk mencegah penularan infeksi selama proses pemeriksaan. Salah satu manfaat pemeriksaan POC untuk gas darah adalah kemampuannya memberikan hasil dengan cepat. Namun Prof. Wang mengingatkan bahwa pemeriksaan semacam ini tidak seharusnya dikelola secara eksklusif oleh departemen klinis, karena para klinisi mungkin tidak familiar dengan prosedur pengendalian mutu dan berakhir dengan hasil yang tidak andal. Beliau juga berpendapat bahwa rumah sakit sebaiknya berupaya mengintegrasikan perangkat POC mereka dengan sistem informasi laboratorium yang lebih luas, karena hal ini memungkinkan pemeriksaan silang secara real-time dan penyimpanan data hasil. Prof. Wang mencatat bahwa siapa pun yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19, termasuk klinisi atau perawat yang menjalankan pemeriksaan POC, harus mematuhi protokol biosafety yang ketat. Mereka yang bekerja di laboratorium pusat mungkin memiliki risiko paparan yang lebih rendah, namun angkah-langkah perlindungan keselamatan biologis level 3 (BSL-3), termasuk pakaian pelindung khusus dan protokol disinfeksi, tetap mungkin diperlukan, terutama untuk spesimen berisiko tinggi. Sebagian dari kekhawatirannya adalah bahwa beberapa prosedur di laboratorium inti, seperti sentrifugasi dan pembukaan tutup tabung, dapat menimbulkan risiko penularan COVID-19 melalui aerosol. Selain itu, risiko penularan melalui aerosol mungkin lebih besar di lingkungan laboratorium tertutup dibandingkan di fasilitas pemeriksaan ruang terbuka. Prof. Wang juga mendesak para profesional laboratorium untuk memberi perhatian khusus pada pengendalian mutu dalam proses pra-analitik, termasuk penanganan jarum dan prosedur penyimpanan sampel. Beliau juga memperingatkan bahwa proses pasca-analitik, seperti penerbitan laporan cetak dari laboratorium yang kemudian diserahkan secara langsung kepada tenaga kesehatan di departemen lain, juga dapat menimbulkan risiko penularan. Profesional laboratorium memiliki keahlian khusus untuk menilai dan mengelola risiko ini. Wawancara lengkapnya (dalam bahasa Mandarin dengan teks bahasa Inggris) dapat dilihat di bawah ini.
Pemeriksaan gas darah, POC, dan perlindungan keselamatan biologis dalam penanganan COVID-19: pembelajaran dari Tiongkok.
April 23, 2020
Artikel
Dapatkan kabar dan info terbaru dari Lab Insights
Dapatkan kabar dan info terbaru dari Lab Insights
Lainnya dalam topik yang sama
Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.
Bacaan Berikutnya

