{"id":141830,"date":"2019-04-29T08:44:16","date_gmt":"2019-04-29T08:44:16","guid":{"rendered":"https:\/\/labinsights.com\/acf_article\/menghemat-biaya-dengan-pengadaan-yang-lebih-baik-dan-sistem-lis-studi-kasus-dari-malaysia\/"},"modified":"2026-01-14T10:27:56","modified_gmt":"2026-01-14T10:27:56","slug":"saving-costs-with-better-procurement-and-lis-systems-a-case-study-from-malaysia","status":"publish","type":"acf_article","link":"https:\/\/labinsights.com\/id\/operations\/lab-it\/saving-costs-with-better-procurement-and-lis-systems-a-case-study-from-malaysia\/","title":{"rendered":"Menghemat biaya dengan pengadaan yang lebih baik dan sistem LIS: studi kasus dari Malaysia"},"content":{"rendered":"<p>Di seluruh dunia, layanan laboratorium dituntut untuk memberikan nilai yang lebih baik sekaligus memenuhi target keberlanjutan finansial dari sistem layanan kesehatan yang kekurangan anggaran. Hal ini sangat terasa di sektor publik, di mana keseragaman harga dan kualitas diharapkan, meskipun operasi sering berjalan secara terpisah, di mana setiap rumah sakit dan laboratorium melakukan pembelian secara individu. Anggaran dialokasikan berdasarkan beban kerja dan volume pasien, yang membuat laboratorium harus membayar dalam jumlah yang tidak perlu untuk pengujian yang langka. Inilah tantangan yang kami hadapi di Penang, Malaysia pada tahun 2013. Layanan laboratorium negara bagian kami, yang tersebar di enam rumah sakit, menjalankan layanannya menggunakan enam platform dan metodologi pemeriksaan yang berbeda, sehingga menghasilkan biaya per pemeriksaan yang bervariasi bergantung pada permintaan. Di mana keragaman beban kerja dan biaya, penggunaan anggaran negara secara efisien serta alokasi yang adil menjadi tantangan. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan membuat pemeriksaan non-kritis harus dihentikan sementara. Untuk mengatasi hal ini, kami memulai rencana standardisasi dan integrasi dua fase. <\/p>\n<h2 style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 28px !important; line-height: 36px !important; letter-spacing: 0px !important;\">Fase 1: Standardisasi<\/h2>\n<p> Fase pertama melibatkan standarisasi layanan kami di seluruh negara bagian. Ini berarti menyerukan satu ajakan tender guna menyediakan seluruh peralatan dan instrumen untuk pemeriksaan laboratorium. Dengan menyertakan kebutuhan kami ke dalam satu tender selama empat tahun, kami dapat mencapai penghematan biaya melalui skala, sekaligus memastikan standarisasi seluruh pemeriksaan di seluruh layanan kami. Dengan adanya tim pembelian terpusat, kami juga dapat membebaskan tenaga kerja di laboratorium lain untuk dapat berfokus pada pekerjaan lainnya. Memusatkan kekuatan pembelian berarti kami dapat menjamin biaya per pemeriksaan yang seragam di seluruh negara bagian. Hal ini memberikan ketenangan pikiran bagi pasien seerta memastikan bahwa anggaran kami digunakan dengan lebih efisien. Dana dapat didistribusikan secara aman dan merata berdasarkan beban kerja karena keragaman tersebut telah dihilangkan. Dengan seperangkat instrumen standar yang sudah tersedia, kami kemudian dapat berfokus pada peningkatan kualitas laboratorium selama masa tender. Laboratorium rujukan pusat kami dapat memantau kinerja setiap laboratorium dan mengevaluasi peralatannya. Kami dapat menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan telah distandarisasi di antara keenam laboratorium tersebut. Meskipun anggaran tetap berada di rentang RM 13 juta, kami mampu mempertahankan operasi tanpa pengeluaran berlebihan dan bahkan memperluas layanan pemeriksaan kami. <\/p>\n<h2 style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 28px !important; line-height: 36px !important; letter-spacing: 0px !important;\">Fase 2: Konsolidasi dan integrasi<\/h2>\n<p> Pada tahun 2017, kami memulai fase II dari proyek ini, yang saat ini sedang berjalan. Tujuannya adalah menambah nilai sambil menurunkan biaya. Kami mengidentifikasi dua cara yang memungkinkan untuk mencapai hal tersebut \u2014 melalui otomatisasi yang lebih besar di laboratorium utama kami atau dengan mengembangkan sistem informasi laboratorium (LIS) yang efektif yang dapat mendukung layanan kami di seluruh negara bagian. Dengan sumber daya yang terbatas, kami harus menentukan prioritas. Karena laboratorium utama kami sudah bekerja dengan standar tinggi tanpa otomatisasi penuh, kami memilih untuk berinvestasi pada LIS, karena alat ini memungkinkan kami untuk mengurangi kebutuhan peralatan, menerapkan validasi otomatis di seluruh negara bagian, serta menyediakan hasil elektronik dari laboratorium pusat secara real time kepada klinisi dan ahli patologi di lima laboratorium lainnya. Kami bekerja sama dengan perusahaan LIS lokal untuk membuat sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan spesifik kami. Melalui penerapannya, kami berhasil memangkas rute logistik kami dari 112 km menjadi 0 km. Lebih dari 90% hasil kini tervalidasi secara otomatis. Lebih dari 91% staf memberikan respons positif terhadap perubahan ini. Sistem ini juga memungkinkan kami meningkatkan waktu penyelesaian laboratorium. Lebih dari 98% hasil biokimia umum kini dikeluarkan dalam waktu tiga jam. Kami juga mampu menyelesaikan 94,9% imunoasai lengkap dengan catatan interpretatif dalam waktu yang sama. Selain itu, kami berhasil mengurangi jumlah peralatan dari 19 unit menjadi 10 unit untuk mencapai efisiensi anggaran yang lebih besar. Konsolidasi platform memungkinkan kami melakukan berbagai jenis pemeriksaan dan memusatkan pelaksanaan beberapa pemeriksaan di laboratorium utama kami. Melalui standarisasi, konsolidasi, dan integrasi di seluruh negara bagian, kami kini menyediakan layanan laboratorium yang berkelanjutan secara finansial bagi masyarakat serta menawarkan nilai lebih baik dan standar perawatan yang lebih tinggi bagi para pasien kami. <\/p>\n<hr \/>\n<p> <em>Artikel ini didasarkan pada presentasi: Menerapkan Standardisasi dan Integrasi Lab ke Tingkat Berikutnya pada acara Roche Efficiency Days (RED) 2018 REDefining Perspective di Guangzhou, Tiongkok.<\/em> <\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" style=\"margin: 0cm 0cm 8pt;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di seluruh dunia, layanan laboratorium dituntut untuk memberikan nilai yang lebih baik sekaligus memenuhi target keberlanjutan finansial dari sistem layanan kesehatan yang kekurangan anggaran. Hal ini sangat terasa di sektor publik, di mana keseragaman harga dan kualitas diharapkan, meskipun operasi sering berjalan secara terpisah, di mana setiap rumah sakit dan laboratorium melakukan pembelian secara individu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":83480,"parent":0,"menu_order":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"tags":[12878,12845,12835],"pillarandcategory":[322,296,310,309,8373],"reporter":[12879],"class_list":["post-141830","acf_article","type-acf_article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","tag-malaysia","tag-12845","tag-it","pillarandcategory-lab-it","pillarandcategory-event-coverage","pillarandcategory-operational-excellence","pillarandcategory-operations","pillarandcategory-red-2018","reporter-mohd-jamsani-bin-mat-salleh"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/141830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article"}],"about":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/acf_article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/141830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143929,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/141830\/revisions\/143929"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141830"},{"taxonomy":"pillarandcategory","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pillarandcategory?post=141830"},{"taxonomy":"reporter","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/reporter?post=141830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}