{"id":141844,"date":"2019-06-19T08:11:33","date_gmt":"2019-06-19T08:11:33","guid":{"rendered":"https:\/\/labinsights.com\/acf_article\/inovasi-lab-untuk-memberikan-nilai-lebih-kepada-pasien\/"},"modified":"2026-01-19T09:12:16","modified_gmt":"2026-01-19T09:12:16","slug":"lab-innovation-to-deliver-better-patient-value","status":"publish","type":"acf_article","link":"https:\/\/labinsights.com\/id\/management\/healthcare-transformation\/lab-innovation-to-deliver-better-patient-value\/","title":{"rendered":"Inovasi lab untuk memberikan nilai lebih kepada pasien"},"content":{"rendered":"<p>Kedokteran laboratorium berada di titik awal era baru, era yang ditentukan oleh nilai yang dibawanya dalam merawat pasien. Pergeseran ini terjadi setelah era kemajuan yang signifikan dalam hal mutu dan efisiensi jasa laboratorium. Namun, tidak seperti mutu dan efisiensi, penngkatan nilai pasien merupakan hasil yang lebih rumit untuk ditinjau. Saat berfokus murni pada nilai diagnostik suatu tes, kita mengandalkan data yang dihasilkan dalam percobaan terkontrol acak yang besar. Mereka biasanya akan mengevaluasi pengujian ini pada peserta yang dipilih secara hati-hati yang mungkin tidak mewakili populasi secara luas. Selain itu, nilai diagnosis suatu tes sering dinilai secara terpisah, dan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap perawatan dan tata laksana pasien. Apa yang dibutuhkan kedokteran laboratorium abad ke-21<sup><\/sup> adalah perubahan dalam menilai dampak tes diagnostik terhadap hasil pasien. Hanya jika hasilnya meningkat, tes tersebut memberikan nilai kepada pasien. Kebutuhan akan perubahan ini tidak hanya terjadi pada bidang kedokteran laboratorium, namun mencerminkan transformasi dalam lanskap pelayanan kesehatan yang lebih luas, seiring dengan perkembangannya dari model yang mengutamakan perawatan menjadi model yang mengutamakan pencegahan. Kedokteran laboratorium seharusnya memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong tempat yang diinginkan dalam lingkungan yang berubah ini. <img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-83780\" src=\"\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/AL1-347.png\" alt=\"AL1 \" width=\"605\" height=\"340\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"fec3c649-1d6f-4a26-a3da-c26bc6607da4\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/labinsights.com\/app\/uploads\/2019\/06\/AL1-347.png 1630w, https:\/\/labinsights.com\/app\/uploads\/2019\/06\/AL1-347-302x170.png 302w, https:\/\/labinsights.com\/app\/uploads\/2019\/06\/AL1-347-1024x575.png 1024w, https:\/\/labinsights.com\/app\/uploads\/2019\/06\/AL1-347-768x432.png 768w, https:\/\/labinsights.com\/app\/uploads\/2019\/06\/AL1-347-1536x863.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/> <\/p>\n<h2 class=\"text-align-justify\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 28px !important; line-height: 36px !important; letter-spacing: 0px !important;\">Namun, bagaimana cara mengukur nilai pasien?<\/h3>\n<p> Untuk menilai nilai jangka panjang pasien dari suatu tes diagnostik, tim kedokteran laboratorium perlu bekerja sama erat dengan pasien, dokter, dan industri untuk mengembangkan model pengukuran hasil pasien yang spesifik untuk tes tersebut. Model ini terdiri dari enam langkah dasar: <\/p>\n<ul>\n<li><b>Pilih kondisi medis<\/b>\u2014mulai dengan kondisi yang relevan dan umum tetapi pertimbangkan juga seberapa penting kondisi tersebut bagi pasien<\/li>\n<li><b>Petakan proses pengujian dan pengobatan Anda saat ini<\/b>\u2014analisis efektivitas proses keseluruhan perawatan dan identifikasi celah dalam perawatan klinis<\/li>\n<li><b>Tentukan serangkaian standar hasil yang berpusat pada pasien<\/b>\u2014rancang intervensi di seluruh tahapan siklus perawatan yang akan dilacak dan tetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk berbagai tingkat keberhasilan<\/li>\n<li><b>Mulai mengumpulkan data<\/b>\u2014fokus tidak hanya pada rekaman laboratorium, tetapi juga pada data dari tim perawatan dan pasien (untuk mendapatkan dataset lengkap, jadikan pengumpulan data menjadi bagian alami dari proses perawatan dan alur kerja)<\/li>\n<li><b>Evaluasi data lengkap yang diberikan oleh pasien dan tim perawatan<\/b>\u2014tentukan apakah tes ini meningkatkan nilai pasien dan hemat biaya bagi laboratorium untuk mengimplementasikannya<\/li>\n<li><b>Bandingkan hasil aktual dengan IKU dan publikasikan data<\/b>\u2014bagi praktik terbaik untuk merangsang diskusi dan mendapatkan umpan balik<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"text-align-justify\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 24px !important; line-height: 32px !important; letter-spacing: 0px !important;\">Penilaian terhadap nilai pasien memerlukan perubahan dalam hubungan industri-lab<\/h3>\n<p> Laboratorium mungkin tidak memiliki sumber daya untuk melakukan proyek-proyek tersebut secara mandiri. Hal ini tidak hanya memerlukan investasi waktu dan tenaga, tetapi juga modal dan keahlian yang mungkin tidak mudah diakses. Bekerja sama dengan industri, laboratorium dapat melaksanakan proyek-proyek seperti itu tanpa harus menanggung semua risiko. Selain itu, kerja sama seperti ini memberikan akses kepada keahlian yang lebih luas, yang khususnya berharga selama langkah pemetaan proses, dan akan memungkinkan tim kedokteran laboratorium untuk menerapkan inovasi yang berdampak berarti bagi pasien. Di Eropa, undang-undang mendukung pendekatan kolaboratif dan berbagi risiko tersebut. Wilayah dan negara lain mungkin tidak memiliki kerangka hukum untuk pendekatan ini, tetapi hal itu masih dapat dilakukan, meskipun mungkin memerlukan upaya lebih besar dalam mendidik pimpinan dan dokter yang terlibat, berinvestasi dalam keterampilan dan kemampuan yang diperlukan dalam tim laboratorium dan menunjukkan nilai kepada pembuat kebijakan sehingga tes diagnostik dinilai berdasarkan dampaknya pada hasil jangka panjang pasien. Tetapi ada banyak laboratorium dan mitra industri yang bersedia berbagi keahlian mereka untuk memfasilitasi perjalanan ini. Meskipun ini bukan rintangan yang mudah, tim yang bertekad untuk menghadirkan kedokteran laboratorium abad ke-21<sup><\/sup>perlu menghadapi tantangan ini. Adalah tugas kita sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ekosistem kesehatan untuk berkontribusi pada peningkatan hasil pasien dengan mengatasi akar penyebab kesehatan yang buruk.<\/p>\n<p>Pelajari selengkapnya &#8211; <a href=\"https:\/\/labinsights.com\/id\/management\/c-suite-perspectives\/how-thailands-largest-lab-operator-drives-continuous-value-creation\/\">N Health Thailand Mendorong Penciptaan Nilai Berkelanjutan dengan Inovasi Laboratorium<\/a><\/p>\n<hr \/>\n<p> <i>Artikel ini didasarkan pada presentasi:<\/i> Inovasi berbasis nilai dalam tata lakasana pasien gagal jantung<i> di Hari Efisiensi Roche (Roche Efficiency Days, RED) 2018 Mendefinisikan ulang perspektif di Guangzhou, Tiongkok.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kedokteran laboratorium berada di titik awal era baru, era yang ditentukan oleh nilai yang dibawanya dalam merawat pasien. Pergeseran ini terjadi setelah era kemajuan yang signifikan dalam hal mutu dan efisiensi jasa laboratorium. Namun, tidak seperti mutu dan efisiensi, penngkatan nilai pasien merupakan hasil yang lebih rumit untuk ditinjau. Saat berfokus murni pada nilai diagnostik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":83793,"parent":0,"menu_order":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"tags":[],"pillarandcategory":[306,302,300],"reporter":[12897],"class_list":["post-141844","acf_article","type-acf_article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","pillarandcategory-healthcare-transformation","pillarandcategory-c-suite-perspectives","pillarandcategory-management","reporter-antonio-leon-justel"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/141844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article"}],"about":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/acf_article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/141844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":144966,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/141844\/revisions\/144966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141844"},{"taxonomy":"pillarandcategory","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pillarandcategory?post=141844"},{"taxonomy":"reporter","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/reporter?post=141844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}