{"id":142070,"date":"2020-05-04T07:28:53","date_gmt":"2020-05-04T07:28:53","guid":{"rendered":"https:\/\/labinsights.com\/acf_article\/covid-19-dan-nilai-diagnostik-lab-pelajaran-dari-tiongkok\/"},"modified":"2026-01-14T12:14:56","modified_gmt":"2026-01-14T12:14:56","slug":"covid-19-and-the-value-of-lab-diagnostics-lessons-from-china","status":"publish","type":"acf_article","link":"https:\/\/labinsights.com\/id\/operations\/molecular-diagnostics\/covid-19-and-the-value-of-lab-diagnostics-lessons-from-china\/","title":{"rendered":"COVID-19 dan nilai diagnostik lab: pelajaran dari Tiongkok"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Saat pandemi COVID-19 memaksa negara-negara di seluruh dunia memasuki keadaan darurat, sistem kesehatan berjuang untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan untuk mendiagnosis dan mengobati pasien. Diagnostik lab telah menjadi fokus sentral dalam upaya memerangi penyakit. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Sementara COVID-19 sejauh ini memiliki tingkat kematian kasus yang lebih rendah daripada SARS dan MERS, penyakit ini telah terbukti sangat menular [1]\u00a0dibandingkan dengan virus influenza biasa, seperti yang ditunjukkan oleh jumlah reproduksi dasarnya yang tinggi. Data klinis dan bukti anekdot dari para pekerja kesehatan garis depan juga menunjukkan bahwa beberapa orang yang terinfeksi COVID-19 tetap tidak menunjukkan gejala [2]\u00a0tetapi masih dapat menyebarkan virus tanpa diketahui orang lain. \u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Keganasan penyakit ini, ditambah dengan bahaya wabah baru yang dibawa oleh pasien asimtomatik, menyoroti pentingnya diagnostik efektif dalam mengidentifikasi pembawa aktif dan senyap dari infeksi tersebut. Dalam serangkaian wawancara dan webinar dengan profesional kesehatan terkemuka dari Tiongkok baru-baru ini, kami mempelajari tentang peran penting yang dimainkan diagnostik lab di negeri tersebut. Di bawah ini adalah beberapa poin utama kami. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2 style=\"margin: 0in 0in 8pt;\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 28px !important; line-height: 36px !important; letter-spacing: 0px !important;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Pelajaran dari Tiongkok<\/span><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Sejak wabah COVID-19 mulai menyebar sekitar bulan November 2019 di Tiongkok, negara ini membantu mengembangkan banyak protokol diagnostik yang digunakan secara global saat ini. Awalnya, pengujian RT-PCR tidak\u00a0tersedia di banyak rumah sakit Tiongkok, sehingga sebagian harus bergantung pada hasil rontgen dada dan evaluasi klinis untuk mendiagnosis pasien, menurut Dr. Bi Jie Hu, Professor and Head of Department of Infectious Diseases and Hospital Infection Management dari Zhongshan Hospital di Shanghai, Tiongkok (lihat <a style=\"color: blue; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/labinsights.com\/id\/disease-area\/covid-19\/covid-19-pneumonia-experience-from-china-diagnosis-treatment-and-ppe\/\">Pengalaman pneumonia COVID-19 dari Tiongkok: diagnosis, pengobatan, dan PPE<\/a>, sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Association of Critical Care Medicine).\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Sebagai sebuah rumah sakit pendidikan tersier utama yang berafiliasi dengan Fudan University di Shanghai, Zhongshan beruntung memiliki akses yang relatif lebih awal ke pengujian RT-PCR. Hal ini memungkinkan rumah sakit untuk\u00a0melaksanakan pengujian PCR\u00a0pada beberapa titik dalam proses perawatan pasien. Selama proses pemulangan, misalnya, tes PCR (Reaksi Rantai Polimerase) dilakukan pada dua\u00a0spesimen pernapasan terpisah dengan interval pengambilan sampel setidaknya satu hari, serta pada\u00a0spesimen kotoran, untuk memastikan bahwa pasien tidak lagi menular dan dapat meninggalkan rumah sakit tanpa membahayakan orang lain.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Di Third Affiliated Hospital of Sun Yat-sen University di Guangzhou, pengujian agresif juga berlaku pada pasien yang tidak menunjukkan gejala, menurut Dr Bo Hu, yang memimpin departemen laboratorium medik rumah sakit tersebut. &#8220;Jika tes RNA bersifat positif, kami harus membawa pasien ke bangsal isolasi selama 14 hari untuk mengetahui apa yang terjadi,&#8221; jelasnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Di Wuhan, episentrum awal wabah, kehidupan telah dimulai kembali bagi sebagian besar warga sejak karantina wilayah kota berakhir pada awal April, namun rumah sakit tetap berhati-hati terhadap wabah baru yang bisa muncul kembali kapan saja. Dengan jala yang luas dan pengujian secara agresif, laboratorium lokal memungkinkan para pekerja rumah sakit untuk mengidentifikasi setiap individu yang berpotensi menyebarkan virus lebih lanjut, memberikan dasar untuk penahanan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"margin: 0in 0in 8pt;\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 24px !important; line-height: 32px !important; letter-spacing: 0px !important;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Mengelola\u00a0Pasien COVID-19<\/span><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Lebih dari sekadar mengidentifikasi mereka dengan COVID-19, diagnostik lab juga menjadi pusat dalam manajemen kasus yang parah dan kritis, memberikan wawasan ke dalam kemajuan penyakit yang memungkinkan para klinisi untuk menyesuaikan intervensi terhadap kebutuhan pasien individu. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Salah satu peran penting adalah menilai prevalensi komorbiditas dan dampak potensialnya terhadap pasien COVID-19. Menurut sebuah studi pada bulan Maret 2020 di JAMA [3]\u00a0tentang kematian pasien rawat inap dewasa dengan COVID-19 di Wuhan, penyakit jantung sangat berkorelasi dengan hasil klinis yang merugikan. Sekitar 46% korban selamat menunjukkan peningkatan kadar troponin, dibandingkan dengan hanya 1% korban selamat, menunjukkan bahwa pengujian troponin dapat memainkan peran penting dalam jalur diagnostik. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">&#8220;Datanya\u00a0sangat konsisten dengan apa yang saya lihat di bangsal ICU di rumah sakit saya,&#8221; kata Dr. Ning Zhou, Wakil Kepala Dokter di Department of Cardiovascular Medicine di Tonghi Hospital di Wuhan. &#8220;Ini adalah masalah besar bagi para kardiolog&#8221; (lihat <a style=\"color: blue; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/labinsights.com\/id\/event-coverage\/webinars\/covid-19-in-wuhan-local-cardiologist-shares-frontline-experience\/\">COVID-19 di Wuhan: kardiolog lokal berbagi pengalaman di garis depan<\/a>, sebuah webinar yang didukung oleh Asia Pacific Society of Cardiology). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Pemantauan gas darah juga dapat berdampak pada hidup dan mati beberapa pasien COVID-19. &#8220;Untuk pasien dengan virus corona baru pneumonia, terutama pada pasien parah, gas darah dan keseimbangan elektrolit sangat terpengaruh,&#8221; kata Dr. Xuefeng Wang,\u00a0Director of the Laboratory Department of Shanghai Jiao Tong University School of Medicine di Shanghai, Tiongkok (lihat <a style=\"color: blue; text-decoration: underline;\" href=\" https:\/\/labinsights.com\/id\/operations\/point-of-care\/blood-gas-testing-poc-and-biosafety-protection-in-covid-19-management-lessons-from-china\/\">pengujian gas darah, POC dan perlindungan biokeamanan dalam manajemen COVID-19<\/a>, sebuah wawancara video yang dibawakan oleh Roche Diagnostics, atas saran untuk mengelola mutu dan keamanan biologi untuk analisis gas darah di laboratorium inti dan pada titik perawatan). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"margin: 0in 0in 8pt;\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 24px !important; line-height: 32px !important; letter-spacing: 0px !important;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Langkah Berikutnya untuk Penahanan<\/span><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Jumlah kasus COVID-19 global telah melebihi 3 juta dan terus meningkat. Dibandingkan dengan negara-negara Barat, beberapa negara di Asia telah menemukan keberhasilan dalam meminimalkan wabah dengan mengadopsi taktik agresif. Tiongkok menutup seluruh kota, sementara Korea Selatan melaksanakan uji virus dan penelusuran kontak secara luas. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\">Banyak pemerintahan terjebak tanpa strategi nasional yang konkret untuk menghadapi pandemi dan oleh karena itu lamban dalam menanggapi wabah. Negara-negara yang menjaga sistem pelayanan kesehatan yang kuat dengan kapasitas yang cukup untuk menguji, mengisolasi, dan mengobati pasien yang terinfeksi cenderung berada satu langkah di depan virusnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\"><a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S1198743X20301713?via%3Dihubhttps:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S1198743X20301713?via%3Dihub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[1]<\/a> Petrosillo, N., et al., 2020. COVID-19, SARS and MERS: are they closely related? <em>Clinical Microbiology and Infection,\u00a0<\/em>26(6), pp.729-734<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\"><a href=\"https:\/\/www.bmj.com\/content\/369\/bmj.m1375\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[2]<\/a> Day, M., 2020. Covid-19: four fifths of cases are asymptomatic, China figures indicate. <em>The BMJ<\/em>, 369, pp.1375<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\"><span style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"line-height: 107%;\"><span style=\"font-family: Calibri,sans-serif;\"><a href=\"https:\/\/www.thelancet.com\/journals\/lancet\/article\/PIIS0140-6736(20)30566-3\/fulltext#%20\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[3]<\/a> Zhou, F., et al., 2020. Clinical course and risk factors for mortality of adult and adult inpatients with COVID-19 in Wuhan, China: a retrospective cohort study. <em>The Lancet<\/em>, 395(10229), pp.1054-1062.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0in 0in 8pt;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat pandemi COVID-19 memaksa negara-negara di seluruh dunia memasuki keadaan darurat, sistem kesehatan berjuang untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan untuk mendiagnosis dan mengobati pasien. Diagnostik lab telah menjadi fokus sentral dalam upaya memerangi penyakit. Sementara COVID-19 sejauh ini memiliki tingkat kematian kasus yang lebih rendah daripada SARS dan MERS, penyakit ini telah terbukti sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":84408,"parent":0,"menu_order":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"tags":[13032,12902,12884,12881,12858],"pillarandcategory":[324,285,282,286,309],"reporter":[13132,12966],"class_list":["post-142070","acf_article","type-acf_article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","tag-covid-19","tag-diagnostik-molekuler","tag-penyakit-menular","tag-tiongkok","tag-12858","pillarandcategory-molecular-diagnostics","pillarandcategory-covid-19","pillarandcategory-disease-area","pillarandcategory-infectious-diseases","pillarandcategory-operations","reporter-jonathan-chan","reporter-will-greene"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/142070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article"}],"about":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/acf_article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/142070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143962,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/142070\/revisions\/143962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142070"},{"taxonomy":"pillarandcategory","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pillarandcategory?post=142070"},{"taxonomy":"reporter","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/reporter?post=142070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}