{"id":142311,"date":"2024-01-15T02:53:55","date_gmt":"2024-01-15T02:53:55","guid":{"rendered":"https:\/\/labinsights.com\/acf_article\/bagaimana-departemen-darurat-di-taiwan-menggunakan-uji-poc-molekuler-untuk-infeksi-pernapasan\/"},"modified":"2024-01-15T02:53:55","modified_gmt":"2024-01-15T02:53:55","slug":"how-an-emergency-department-in-taiwan-uses-molecular-poc-testing-for-respiratory-infections","status":"publish","type":"acf_article","link":"https:\/\/labinsights.com\/id\/operations\/molecular-diagnostics\/how-an-emergency-department-in-taiwan-uses-molecular-poc-testing-for-respiratory-infections\/","title":{"rendered":"Bagaimana departemen darurat di Taiwan menggunakan uji POC molekuler untuk infeksi pernapasan"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-align-justify\">Tim laboratorium klinis di seluruh dunia terus-menerus menghadapi tantangan dalam menyelaraskan protokol-protokol pengujian mereka dengan target penatalyanan diagnostiknya. Idenya adalah untuk memastikan bahwa setiap pengujian menyediakan data yang dapat ditindaklanjuti untuk menginformasikan perawatan pasien dan bahwa pengujian yang tidak perlu seminimal mungkin dilakukan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Uji molekuler\u2014termasuk uji laboratorium terpusat dan pengujian point-of-care (POC)\u2014adalah komponen penting dari program kepengurusan diagnostik apa pun. Hal ini khususnya berlaku untuk uji pernapasan, di mana pengujian POC dapat membantu meringankan beban laboratorium rumah sakit selama puncak musim sesuai permintaan dan memberikan jawaban yang lebih cepat dengan teknologi yang mudah digunakan untuk departemen darurat.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Kini setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lagi menganggap COVID-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat internasional, para pemimpin laboratorium klinis dalam sistem kesehatan di seluruh Asia sedang berupaya menciptakan algoritme pengujian pernapasan baru yang menggabungkan SARS-CoV-2 ke dalam protokol-protokol rutin bila diperlukan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana hal ini dapat berjalan dalam sistem kesehatan, Lab Insights duduk bersama dengan Prof. Chien-Chang Lee, seorang Profesor Pengobatan Darurat di National Taiwan University Hospital yang saat ini sedang mengembangkan panduan baru untuk pengujian respirasi di departemen darurat.<\/p>\n<h2 class=\"text-align-justify\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 28px !important; line-height: 36px !important; letter-spacing: 0px !important;\">Protokol untuk uji COVID-19, RSV, dan flu<\/h2>\n<p class=\"text-align-justify\">Di Taiwan, konsep penatalayanan diagnostik sesuai dengan baik pada sistem penggantian biaya unik pemerintah. Ini termasuk kriteria yang sangat ketat untuk pengujian dan hukuman keuangan bagi rumah sakit yang menggunakan tes secara tidak tepat. Manfaat dari masing-masing pengujian harus sangat jelas didefinisikan untuk memastikan bahwa dokter memerintahkan tes yang tepat untuk setiap situasi.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Prof Lee bertujuan untuk menetapkan panduan untuk kedokteran laboratorium berbasis bukti, yang akan bergantung pada bukti ilmiah yang kuat untuk memungkinkan pemilihan tes yang paling sesuai. Ini akan memungkinkan para dokter untuk &#8220;memerintahkan tes apapun yang mereka inginkan \u2014 selama mereka dapat membenarkannya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Untuk infeksi pernapasan yang dicurigai, Prof Lee telah mengevaluasi berbagai protokol untuk memesan uji COVID-19, RSV, dan flu. Untuk sebagian besar pasien, tes antigen cepat untuk COVID-19 akan menjadi pilihan pertama; tes ini tidak terlalu mahal dan dapat digunakan hampir di mana saja. Uji molekuler dianggap sebagai pilihan lini kedua bagi pasien dengan risiko lebih tinggi, misalnya mereka yang memiliki riwayat COVID-19 sebelumnya atau yang berada dalam kondisi kesehatan buruk. Mempunyai hasil molekuler yang sangat akurat bagi pasien yang lebih rentan akan lebih sesuai karena akan lebih mudah mencocokkannya dengan pengobatan yang dibutuhkan. Hasil tes molekuler yang cepat juga sangat penting: pasien yang membutuhkan antivirus mengalami hasil yang lebih baik saat mereka memulai pengobatan lebih cepat. Dalam departemen darurat, kecepatan dan kemudahan pengujian POC memastikan bahwa pasien mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat dengan cepat.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Pengujian RSV juga bervariasi berdasarkan populasi. Hal ini sangat umum pada konteks pediatrik, tetapi meningkatnya kesadaran juga telah meningkatkan permintaan dari orang dewasa yang menjalani tes, terutama karena sekarang dokter tahu RSV dapat berakibat fatal bagi pasien lansia dengan kondisi hematologi. Pengujian juga dapat membantu memandu pemilihan pengobatan yang sesuai, menghindari penggunaan antibiotik yang berlebihan. Saat ini, kata Prof. Lee, pemeriksaan RSV tidak digunakan secara rutin di Taiwan, tetapi dia berharap dapat mengubah hal itu berdasarkan prevalensi infeksi ini dan kegunaan hasil pengujian untuk keputusan perawatan klinis.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Untuk pengujian influenza, Prof Lee berfokus pada tantangan bahwa pengujian molekuler sering kali lebih mahal dari obat antivirus dasar. Meskipun obat-obatan sering dapat diresepkan hanya berdasarkan tanda klinis dan gejala, tambahnya, pandemi membantu mendidik para dokter tentang manfaat dan akurasi tes molekuler. Sekarang ada dorongan untuk memasukkan tes ini jika mungkin untuk membedakan antara flu dan infeksi pernapasan lainnya sehingga pengobatan yang paling sesuai dapat ditentukan.<\/p>\n<h2 class=\"text-align-justify\" style=\"font-family: Inter !important; font-weight: 500 !important; font-size: 28px !important; line-height: 36px !important; letter-spacing: 0px !important;\">Mempertimbangkan biaya&#8230; dan manfaat<\/h2>\n<p class=\"text-align-justify\">Di masa lalu, sulit untuk membenarkan biaya pengujian molekuler untuk infeksi virus pernapasan di Taiwan karena kebanyakan patogen virus tidak dapat ditangani dengan obat-obatan, catat Prof Lee. Seiring dengan semakin banyaknya pengobatan antivirus yang masuk ke pasar, nilai klinis pengujian akan semakin mudah didemonstrasikan. Ada juga nilai ekonomi: &#8220;Jika Anda dapat menghemat satu hari rawat inap atau dua hari antibiotik, maka biaya tes molekuler bisa dibenarkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Baik nilai klinis dan ekonomi akan menjadi elemen penting dalam menetapkan pedoman baru untuk pengujian respiratori di Taiwan dan tempat lain. Pengujian rapid antigen tepat sasaran dan murah, tetapi tidak selalu sangat akurat. Pengujian sindromik yang luas mungkin berlebihan untuk banyak situasi pasien. Di tengah-tengah pengujian molekuler yang ditargetkan\u2014termasuk opsi terpusat dan uji POC untuk penggunaan departemen darurat\u2014bisa menjadi cara yang ideal untuk menjadikan pengujian pernapasan sejalan dengan tujuan kepengurusan diagnostik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim laboratorium klinis di seluruh dunia terus-menerus menghadapi tantangan dalam menyelaraskan protokol-protokol pengujian mereka dengan target penatalyanan diagnostiknya. Idenya adalah untuk memastikan bahwa setiap pengujian menyediakan data yang dapat ditindaklanjuti untuk menginformasikan perawatan pasien dan bahwa pengujian yang tidak perlu seminimal mungkin dilakukan. Uji molekuler\u2014termasuk uji laboratorium terpusat dan pengujian point-of-care (POC)\u2014adalah komponen penting dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":150854,"parent":0,"menu_order":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"tags":[12902,12884,12885,12847,12855],"pillarandcategory":[324,284,282,286,309,325],"reporter":[13274],"class_list":["post-142311","acf_article","type-acf_article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","tag-diagnostik-molekuler","tag-penyakit-menular","tag-perawatan-kritis","tag-12847","tag-12855","pillarandcategory-molecular-diagnostics","pillarandcategory-critical-care","pillarandcategory-disease-area","pillarandcategory-infectious-diseases","pillarandcategory-operations","pillarandcategory-point-of-care","reporter-lee-chien-chang"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/142311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article"}],"about":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/acf_article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/acf_article\/142311\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142311"},{"taxonomy":"pillarandcategory","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pillarandcategory?post=142311"},{"taxonomy":"reporter","embeddable":true,"href":"https:\/\/labinsights.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/reporter?post=142311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}