Sepsis adalah pembunuh global. Sekitar 27 juta orang di seluruh dunia mengalami sepsis setiap tahun, dan sekitar delapan juta orang meninggal, menurut sebuah artikel di The Lancet [1] November 2018. Kondisi ini menyebabkan 19 juta orang hidup dengan konsekuensi jangka panjang dari infeksi ini. Di Thailand saja, hal ini setara dengan 175.000 infeksi sepsis per tahun dan sekitar 45.000 orang meninggal. Angka kematian ini lebih tinggi dari angka kematian gabungan IM akut dan stroke dengan segmen elevasi ST. Sebagian besar kematian ini dapat dicegah dengan deteksi dan diagnosis dini. Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand berkomitmen dalam Rencana Strategis 2019 untuk menurunkan angka kematian akibat sepsis hingga kurang dari 22 persen pada tahun 2022, dengan target sementara kurang dari 30 persen pada tahun 2018. Namun, angka saat ini masih terus melampaui target sementara, dengan angka kematian akibat sepsis berat yang didapat di masyarakat berkisar sekitar 32 persen. Untuk mencapai tujuan Kementerian dan meningkatkan pelayanan bagi pasien, rumah sakit harus mengembangkan parameter diagnostik yang akan memungkinkan praktisi untuk membuat diagnosis sepsis dan syok septik yang akurat dan dini. Meninjau panduan yang ada, Thai Society for Critical Care Medicine merekomendasikan agar dua parameter berikut ini dimasukkan sebagai skrining dini sepsis: (a) skor keparahan pencarian (search out severity, SOS) empat atau lebih; dan (b) kadar laktat ≥2 mmol/L. Berdasarkan rekomendasi ini, tim perawatan asepsis di Rumah Sakit Phitsanulok mengembangkan sebuah prosedur baru yang mengelompokkan pasien terlebih dahulu berdasarkan kadar laktat darah dan kemudian berdasarkan skor SOS mereka. Setiap pasien dengan skor SOS lebih dari empat dianggap berisiko tinggi mengalami sepsis.

Karena penelitian menunjukkan bahwa kadar laktat dapat dideteksi secara akurat dalam darah vena, arteri, dan kapiler[2], kami memutuskan untuk menggabungkan pelayanan pengujian POC yang berlokasi di rumah sakit komunitas dalam jaringan kami. Perangkat POC genggam ini menyajikan hasil hanya dalam satu menit.. Hal ini secara signifikan lebih cepat daripada yang dapat dicapai oleh pelayanan berbasis laboratorium tradisional. Beberapa penelitian menemukan bahwa perangkat POC ini mungkin kurang akurat dibandingkan analisis berbasis lab tradisional [3]. Pemantauan kami terhadap 13 rumah sakit yang menggunakan perangat POC telah menentukan bahwa skor laktat darah berada dalam rentang yang dapat diterima, sehingga dengan perangkat ini, manfaat diagnosis sepsis yang lebih cepat dapat dicapai. Setelah menerapkan protokol lokal kami yang baru, angka kematian pasien sepsis hanya sedikit di atas 27 persen, jauh di bawah target sementara yaitu kurang dari 30 persen. Dengan penerapan protokol yang lebih luas seperti ini, kita dapat menghindari kematian yang tidak perlu akibat infeksi ini dan mencapai kemajuan dalam memenuhi target nasional yang ambisius, yaitu angka kematian kurang dari 22 persen pada tahun 2022. Sepsis dapat diobati ketika didiagnosis sejak dini. Dengan menggabungkan kemampuan pengujian POC terbaru ke dalam proses kedokteran laboratorium kami, pasien akan mendapatkan hasil yang lebih baik serta mengurangi beban sistem pelayanan kesehatan. Referensi:
[1] Gilbert, A,J. 2018. Sepsis care bundles: a work in progress. The Lancet, 6(11), pp.821-823.
[2] Pattharanitima, P., et al., 2011. Correlation of arterial, central venous and capillary lactate levels in septic shock patients. Journal of the Medical Association of Thailand, 94 supplementary 1, S175-180.
[3] Stoll, D., et al., 2018. Capillary and venous lactate measurements with a handheld device compared to venous blood-gas analysis for emergency patients. Scandinavian journal of trauma, resuscitation and emergency medicine, 26(1), pp.47.

