Di PINNACLE Virtual 2021, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets pada bulan Juli, para pemimpin layanan kesehatan dari seluruh India membahas berbagai masalah utama dalam logistik medis, manajemen rantai pasokan, dan pengadaan rumah sakit selama COVID-19. Acara ini dipimpin oleh Dr Sanjay Arora, Managing Director dan Founder of Suburban Diagnostics, sebuah pusat layanan diagnosis terkemuka di India.

Tn. Narendra Varde, Managing Director of Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets, membuka acara ini dengan menyoroti peran krusial dari para rantai pasokan, logistik, dan profesional pengadaan dalam sistem layanan kesehatan. Meskipun pandemi COVID-19 menghadirkan banyak tantangan dalam pembelian serta pengangkutan barang dan jasa di seluruh India selama 18 bulan terakhir, Tn. Varde mengatakan bahwa pandemi ini juga menunjukkan kekuatan dan ketahanan banyak pemain lokal.

Sisa acara tersebut mendiskusikan studi kasus spesifik dan berbagai praktik terbaik untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dalam keunggulan rantai pasokan serta logistik. Laporan ini membagikan beberapa sorotan dan poin penting.

Memastikan negosiasi pengadaan ‘saling menguntungkan’

Dalam sesi pertamanya, Dr Dishan Kamdar, Vice Chancellor Flame University, membagikan wawasan tentang negosiasi dan pengaruh—dua topik penting yang memengaruhi pengambilan keputusan pribadi dan profesional kita. Beliau menjelaskan perbedaan antara negosiasi dan tawar-menawar, dan menyatakan bahwa kita sering “melakukan pendekatan tehadap situasi negosiasi dengan pemikiran tawar-menawar sehingga hasilnya kurang optimal”.

Prof Kamdar percaya negosiasi memiliki dua fase penting—penciptaan nilai dan klaim nilai—serta bahwa kita harus selalu memikirkan situasi ‘saling menguntungkan’ jangka panjang nantinya. “Jangan pernah merusak hubungan karena kita hidup di dunia yang sempit,” ungkapnya.

Meskipun beberapa orang percaya bahwa informasi, posisi, pengetahuan, koneksi, dan autentisitas adalah kunci untuk negosiasi, Prof Kamdar merasa bahwa unsur-unsur ini terkadang bersifat sekunder. “Kekuatan sesungguhnya sebagai negosiator adalah kemampuan untuk mengatakan ‘tidak’ dan pergi,” ujarnya. Prof Kamdar menyarankan untuk memasuki proses negosiasi dengan memiliki rencana B dan C karena kita biasanya hanya mempertimbangkan hal-hal ini setelah rencana yang gagal. Untuk alasan ini, negosiasi yang sukses membutuhkan persiapan yang cukup.

Adapun ‘hal-hal tidak berwujud’ yang terkait dengan negosiasi—seperti nilai dari suatu merek atau persepsi konsumen tentang keandalan, pelayanan, dan kualitas—Prof Kamdar percaya hal ini sering tidak dipertimbangkan atau dimonetisasi proses pengadaan. Hal-hal tidak berwujud tersebut dapat menjadi krusial untuk membedakan antara kita dari para pesaing, sehingga harus dievaluasi dan dinilai secara jelas sebelum melakukan negosiasi.

Membangun ketahanan dan mengurangi risiko dalam rantai pasokan

Pada sesi berikutnya, Ms Varsha Kaushal, Director of Supply Chain Management di Hinduja Hospital, berbagi wawasan tentang nilai ketahanan rantai pasokan, terutama yang berkaitan dengan tantangan COVID-19 baru-baru ini. Ms Kaushal menyatakan bahwa rantai pasokan sering kali merupakan pengeluaran terbesar kedua di rumah sakit setelah tenaga kerja, yang menunjukkan bahwa keunggulan rantai pasokan dapat membantu mendorong penciptaan nilai yang bermakna.

Sebagai contoh, Ms Kaushal menjelaskan bagaimana Hinduja Hospital memastikan tidak ada kejadian kehabisan stok atau insiden kualitas yang kurang optimal selama masa pandemi yang penuh tantangan tersebut. Rumah sakitnya menyediakan tim tanggap cepat untuk menangani peralatan, obat-obatan, persediaan medis, dan persediaan umum, serta berfokus pada perencanaan dan prakiraan inventaris. Hal ini melibatkan validasi daftar dan item baru, pemanfaatan inteligensi pasar, serta jejaring dengan rumah sakit yang lain.

Sesi ini juga membahas mitigasi risiko dan pentingnya hal tersebut saat melacak data inventaris, pembelian, serta penggunaan. Ms Kaushal berbagi tentang bagaimana rumah sakitnya mengamankan beberapa sumber untuk persediaan yang dibutuhkan dan segera menggunakan pengganti bila diperlukan. Melalui komunikasi yang proaktif dan dengan mengandalkan sistem evaluasi produk yang tangguh dan ketat, rumah sakit tersebut dapat memastikan rantai pasokan yang lancar.

Pemanfaatan hubungan yang ada dengan para mitra secara efektif menjadi kunci untuk mengamankan peralatan yang dibutuhkan dari para pemasoknya. Dalam beberapa kasus, pemasok akan menyimpan peralatan sampai rumah sakitnya siap untuk menerima peralatan tersebut. Beberapa gudang dibuka selama hari libur, dan Ms Kaushal menjelaskan bahwa pemasok akan memberitahukan detail dari peraturan yang terus berubah tersebut.

Ms Kaushal juga mengatakan bahwa untuk mengelola rantai pasokan layanan kesehatan dengan baik, mekanisme prakiraan harus secara menyeluruh. Rumah sakit dan lab perlu terhubung dengan tenaga medis untuk memahami prakiraan konsumsi, lalu menyampaikan informasi tersebut kepada pemimpin merek. “Covid-19 telah memberi kita pelajaran berharga bahwa rantai pasokan bukan hanya penyumbang bagi laba bersih, tetapi juga penopang utama yang diandalkan oleh seluruh umat manusia,” cetusnya.

Tn. Venkatesha NS, Head of Commercial Operations untuk Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets, menambahkan bahwa timnya menempatkan fokus yang kuat untuk mempertahankan kualitas dalam penanganan produk, baik dengan keamanan produk maupun timnya, pada saat yang sama dengan memastikan kelangsungan bisnis yang absolut. Dia mengatakan bahwa para pelanggan disarankan untuk mengunjungi gudang mereka.  “Dengan setiap kunjungan, kami memperoleh wawasan baru dan hal ini membantu meningkatkan nilai yang kami tambahkan untuk pasien,” katanya.

Tn. Ranabir Sinha, Head of Core Lab and Key Accounts and Key Accounts untuk Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets, menyatakan bahwa inovasi produk dapat membantu memastikan kualitas. “Kalibrasi engujian pharus redundan—konsumen harus mempertimbangkan teknologi yang tidak memerlukan dukungan kalibrasi. Carilah parameter dengan stabilitas on-board selama 4-6 bulan dengan sistem yang memakan sangat sedikit ruang.”

Melayani profesional pengadaan saat ini

Dalam sesi berikutnya, Prof Prem Chandrani, Professor of Strategy and Management Consulting, Dosen Tamu di S P Jain Institute of Management and Research, Schulich Business School, Kanada, berbicara tentang bagaimana ekspektasi dan praktik para profesional pengadaan berkembang.

“Sebelumnya para pelanggan melihat nilai suatu produk atau jasa berdasarkan beberapa kombinasi dari kualitas dan harga,” ujarnya. “Konsumen saat ini memiliki konsep nilai yang diperluas yang di antaranya adalah kenyamanan pembelian, layanan pasca-penjualan dan dependabilitas.”

Prof Chandrani menyatakan bahwa ada empat langkah utama yang terlibat dalam proses pembelian: perencanaan, penyelarasan dengan tim dan mitra, pengadaan, serta manajemen. Untuk memenuhi kebutuhan para profesional pengadaan saat ini secara efektif, penting untuk melibatkan mereka dalam setiap langkah dalam perjalanan ini. Inilah alasan pentingnya melihat melampaui satu transaksi saja dan fokus pada membangun hubungan pelanggan yang kuat.

Merangkum semua pembahasan

Pada sesi terakhir acara tersebut, pemimpin panel Dr Sanjay Arora memimpin diskusi tentang cara meningkatkan hubungan dan menciptakan kemitraan yang efektif antara produsen, rantai pasokan, dan profesional pengadaan.

“Ketahanan peralatan menjadi aspek kunci bagi saya dalam proses pengambilan keputusan ketika mempertimbangkan perusahaan yang akan diajak kerja sama” ujarnya. Jika sebuah peralatan krusial yang menganalisis sampel rusak pada hari Sabtu siang dengan beban kerja besar yang masih harus diselesaikan pada akhir hari itu, pengiriman tersebut masih harus sampai ke setiap pelanggan sesuai janji.

Sebagian besar panelis sepakat bahwa kualitas peralatan adalah faktor krusial yang tidak bisa ditawar dalam keputusan pengadaan dan kemitraan. Tn. Madan Sampath, Country Head of Procurement and Supply Chain untuk Aster DM Healthcare, menyatakan bahwa karakteristik kinerja dari peralatan, kesederhanaan operasi, serta kualitas kalibrasi dan pemeliharaan adalah kuncinya. Dr Mukesh Agrawal, Lab Director di Ampath, berkata bahwa kualifikasi desain sangat penting untuk memastikan peralatan yang berkualitas.

Tn. Vijay Kumar, Head of Marketing and Clinical Value untuk Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets, menunjukkan bahwa “keterlambatan lab dapat memiliki dampak eksponensial—satu menit keterlambatan dalam suatu lab dapat berdampak pada ribuan pasien dan ratusan dokter yang menggunakan layanan laboratorium tersebut.”

Tn. Abhinav Kalra, Director of Supply Chain and Procurement di SRL Diagnostics, mengamati bahwa “pengadaan memang bukan lagi aktivitas yang terpisah. Saat ini, pengadaan berjalan beriringan dengan strategi inti perusahaan.” Md Zahidur Rohman, Senior AGM dan Head of Purchase di IBN Sina Trust, menambahkan bahwa menggunakan berbagai mitra lokal dapat menghapus ketidakpastian isu pengangkutan dan memungkinkan layanan yang lebih efisien.

Dr Arora menyimpulkan bahwa kolaborasi berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan perawatan pasien. “Saya menganggap perusahaan mana pun yang bekerja dengan kami bukan sebagai vendor, melainkan mitra saluran, ” katanya. “Penting untuk memiliki keterlibatan langsung tidak hanya dari sisi Anda, tetapi juga dari sisi mereka. Mereka kemudian akan menyadari bahwa mereka juga berpartisipasi dalam kesembuhan pasien.

Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembicara, host, dan anggota tim kepemimpinan lokal atas partisipasinya dalam acara ini.

Host

  • Megha Behani (Host)—Marketing Manager, Customer Value Creation, Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets 
  • Tn. Vishnu Shaktawat (Co-Host)—Marketing Manager, Neighbouring Markets, Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets 

Pembicara

  • Dr Sanjay Arora (Pemimpin Panel)—Managing Director dan Founder, Suburban Diagnostics
  • Dr Dishan Kamadar—Vice Chancellor, Flame University, Ex-Deputy Dean Indian School of Business—Pengajar di Program Eksekutif Wharton sebelumnya
  • Ms Varsha Kaushal—Director of Supply Chain Management, Hinduja Hospital
  • Profesor Prem Chandrani—Professor of Strategy and Management Consulting, Dosen Tamu di S P Jain Institute of Management and Research, Schulich Business School, Kanada
  • Dr Mukesh Agrawal—Lab Director, Ampath
  • Tn. Madan Sampath—Country Head, Procurement and Supply Chain, Aster DM Healthcare
  • Tn. Abhinav Kalra—Director, Supply Chain and Procurement, SRL Diagnostics
  • Md Zahidur Rohman—Senior AGM and Head of Purchase, IBN Sina Trust

Tim Kepemimpinan: Roche Diagnostics India and Neighbouring Markets

  • Tn. Narendra Varde—Managing Director 
  • Tn. Vijay Kumar—Head of Marketing and Clinical Value
  • Tn. Venkatesha NS—Head of Commercial Operations
  • Tn. Ranabir Sinha—Head of Core Lab and Key Accounts

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top