Empat cara komunitas global koagulasi merespons pandemi COVID-19

Agustus 13, 2021 Bullet Artikel

Sejak terjadinya pandemi COVID-19, bukti yang makin banyak telah menunjukkan bahwa pasien dengan infeksi parah cenderung memiliki koagulopati yang berkaitan dengan COVID. Komunitas global koagulasi merespons secara cepat dengan berbagai masyarakat yang meninjau data yang tersedia dan memberikan rekomendasi serta sumber edukasi [1]. Para peneliti juga memelopori uji coba acak multiplatform untuk mendukung komunitas agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam menangani pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Dengan diperkenalkannya program vaksinasi COVID-19, pembekuan darah yang berkaitan dengan vaksin COVID berbasis adenovirus—kondisi yang dikenal sebagai Trombositopenia Trombotik Imun yang Diinduksi Vaksin (VITT)—muncul sebagai area perhatian baru. Di sini juga, komunitas koagulasi merespons secara cepat dengan mengembangkan pedoman diagnostik dan manajemen untuk kondisi yang jarang, tetapi serius ini. Komunitas ini juga mendukung kampanye komunikasi publik untuk berbagi fakta terkait VITT dan pentingnya vaksinasi dalam perang melawan COVID-19 [2].

Di bawah ini adalah empat cara kolaborasi lab klinis dan tenaga medis untuk mengatasi tantangan koagulopati yang berhubungan dengan infeksi dan vaksinasi COVID.

Kolaborasi berkelanjutan lab dan tenaga medis dalam penelitian koagulasi

Bahkan sebelum pandemi, koagulasi selalu menjadi disiplin di mana pengamatan klinis dan pengujian laboratorium saling melengkapi dengan sangat erat. Dari diagnosis hingga penanganan, layanan lab klinis selalu memainkan peran krusial untuk memberikan wawasan kepada para tenaga medis. Bersama dengan pengamatan klinis, semua layanan ini membentuk regimen pengobatan dan pemantauan bagi para pasien. Dalam kasus COVID-19, wawasan data laboratorium secara konsisten menjadi pendorong temuan-temuan utama dan perkembangan kunci dalam pemahaman kita koagulopati yang berkaitan dengan COVID, termasuk VITT [3].

Peningkatan kesembuhan untuk pasien pada antikoagulan

Tromboembolisme telah dipahami dan ditangani dengan baik dengan menggunakan antikoagulan dalam komunitas koagulasi untuk waktu yang lama. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah mengubah dosis regimen antikoagulan dapat meningkatkan harapan kesembuhan bagi pasien COVID-19 yang parah. Dengan dimulainya uji coba acak klinis internasional dan multiplatform, para peneliti berusaha untuk menjawabnya dengan cepat. Kolaborasi ini baru dalam bidang penelitian antikoagulasi, yang didorong oleh tujuan bersama yang memungkinkan komunitas untuk menilai strategi pengobatan terbaik yang akan diterapkan untuk pasien rentan [4].

Keterlibatan pasien dan aktivisme kesehatan masyarakat

Dengan kemunculan VITT, komunitas koagulasi juga makin perlu berperan lebih aktif dalam kesehatan masyarakat dan edukasi pasien. Mengatasi kekhawatiran pasien sudah merupakan praktik rutin bagi banyak pemimpin di komunitas [5]. Dengan menjangkau publik serta menyampaikan fakta-fakta ilmiah dan pesan yang konsisten, publik diberdayakan untuk membuat keputusan yang lebih tepat [6].

Cara kerja baru

International Society on Thrombosis dan Haemostasis (ISTH) COVID-19 Task Force yang dibentuk sebelum pertengahan 2020 membantu menentukan arah komunitas koagulasi selama fase pandemi yang berbeda. Bersama dengan masyarakat yang lain, organisasi ini berbagi pedoman yang jelas dan materi yang relevan. Kesediaan anggotanya untuk berkolaborasi memungkinkan uji coba klinis untuk diselesaikan dalam waktu tersingkat, termasuk deteksi dini VITT. Komunitas koagulasi sudah menuai manfaat dari semua cara kerja baru ini dan membangun keteguhan untuk tantangan apa pun yang akan datang [7].

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara komunitas koagulasi merespons pandemi ini, lihat wawancara terbaru dengan Dr Ng Heng Joo, Head & Senior Consultant dalam Departemen Hematologi di Singapore General Hospital, tempatnya merawat pasien COVID-19.

Sumber:

[1] COVID-19 dalam Journal of Thrombosis and Haemostasis, sekumpulan artikel terkini yang berkaitan dengan wabah Virus Corona.

[2] “When COVID-19 calls, an ISTH task force answers”, ISTH 2021

[3] Bel, R. et al. (2020) The hematology laboratory’s response to the COVID-19 pandemic: A scoping review. International Journal of Laboratory Hematology 43(2), hlm. 148-159.

[4] “The right anticoagulation dose in COVID-19? Final answer remains elusive”, tctMD

[5] Panduan WHO untuk penanganan kasus klinis sindrom trombosis dengan trombositopenia (TTS) menyusul vaksinasi untuk mencegah penyakit virus corona (COVID-19)

[6] “Emergence of VITT: The role of prompt and intensified worldwide research collaboration”, ISTH 2021

[7] ISTH Global Response to COVID-19

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top