Di era populasi yang menua dan meningkatnya biaya medis, sistem layanan kesehatan di seluruh dunia dipaksa untuk bertransformasi. Kedokteran laboratorium selalu menjadi bagian penting dalam perawatan pasien sehingga perlu beradaptasi dengan perubahan agar tetap relevan dan memberikan nilai. Ganggguan ini juga merupakan peluang unik untuk menciptakan peran diagnostik yang lebih besar dan menghasilkan nilai bagi ekosistem layanan kesehatan yang lebih luas.
“Kita sedang berada di ambang revolusi kedokteran laboratorium,” ujar Robert L. Michel, Pemimpin Redaksi Dark Daily dan Presiden The Dark Intelligence Group, penyedia intelijen pasar dan layanan bisnis di Amerika Serikat untuk industri laboratorium klinis, pada LEADx Diagnostics Leadership Summit di Mumbai pada Juni 2018. “Akan ada jauh lebih banyak dimensi dalam cara data yang berasal dari laboratorium dinilai dan dikomunikasikan kepada penyedia, pembuat kebijakan, dan perusahaan asuransi kesehatan.”
Pada pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin laboratorium dan layanan kesehatan dari seluruh India, Tuan Michel memperingatkan bahwa transformasi ini mungkin tidak akan mudah. Transformasi ini akan menuntut laboratorium untuk memanfaatkan teknologi dan data besar pasien guna mengidentifikasi celah layanan, mengusulkan program klinis baru, serta mengukur dampak dari inisiatif. Mengintegrasikan bukti ini ke dalam alur kerja laboratorium akan membantu merampingkan proses, mempercepat waktu penyelesaian, mengurangi biaya per episode perawatan, dan mengalihkan laboratorium dari model bayar per-layanan tradisional.
“[Laboratorium] memiliki peluang… untuk menempatkan diagnostik dan patologi sebagai layanan berbasis nilai yang harus dihargai sesuai dengan kontribusinya dalam meningkatkan hasil perawatan dan menurunkan biaya secara keseluruhan,” ujar Michel.
Perubahan dari sekadar penyedia layanan menjadi pakar bernilai tambah ini juga akan membutuhkan perubahan budaya. Laboratorium perlu menumbuhkan dan memberi penghargaan pada budaya lean six sigma untuk menghilangkan redundansi. Dengan merancang ulang alur kerja yang mampu mencegah kesalahan dan kejadian yang tidak sesuai, laboratorium dapat meningkatkan kualitas, integritas, dan kepercayaan terhadap hasil mereka, sekaligus menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas. “Anda ingin staf laboratorium Anda mulai mengenali hal-hal yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan, pasien, dokter, maupun pembayar,” tegas Michel.
Mengadopsi perubahan ini akan memungkinkan laboratorium memosisikan ulang diri sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem layanan kesehatan serta mitra bagi para dokter. Mengatur operasi laboratorium sedemikian rupa sehingga para profesional ini memiliki waktu untuk membangun hubungan kerja yang erat dengan dokter dan sistem layanan kesehatan akan membuka potensi penuh kedokteran laboratorium dalam memberikan peningkatan besar pada perawatan pasien serta menurunkan biaya sistem.
Artikel ini didasarkan pada presentasi “Strategi Unggul dan Peluang Bisnis Baru dalam Diagnostik” pada LEADx Diagnostics Leadership Summit di Mumbai, India.

