IVD New Technology Summit menampilkan upaya reformasi pembayaran di Tiongkok

Januari 27, 2022 Bullet Artikel

Artikel ini ditulis oleh Chris L. Hardesty, seorang ahli independen di bidang kebijakan terkait kesehatan global, khususnya terkait program akses inovasi yang layak secara ekonomi.

Seperti di banyak negara Asia-Pasifik dan negara-negara lain, harga peralatan medis, termasuk teknologi in vitro diagnostic (IVD), tetap menjadi isu penting di Tiongkok. Meskipun banyak pemangku kepentingan mengakui nilai dari teknologi kesehatan yang inovatif dan berkualitas tinggi, mereka tetap harus menyeimbangkan keinginan untuk akses dengan kebutuhan mengelola anggaran secara cermat.

Sebagai pasar IVD terbesar kedua di dunia [1], reformasi harga terbaru di Tiongkok dapat berdampak luas pada komunitas laboratorium klinis. Dalam artikel ini, kami membahas beberapa poin penting dari China IVD New Technology Summit, sebuah acara pada bulan Oktober 2021 yang banyak membahas tentang langkah-langkah pengendalian biaya negara dan dampaknya terhadap praktik kedokteran laboratorium.

DRG dan munculnya reformasi pembayaran medis di Tiongkok

Sebagai bagian dari 14th Five-Year National Medical Security Plan Tiongkok, negara ini melakukan reformasi harga yang berani dalam beberapa tahun terakhir. Menurut sejumlah perkiraan, reformasi ini menghasilkan penurunan pengeluaran kesehatan sebesar 3,5% per pasien, dengan penyesuaian berdasarkan risiko [2].

“Reformasi pembayaran medis di Tiongkok akan memberikan dampak signifikan pada sistem penilaian kinerja di seluruh ekosistem kesehatan,” ungkap Profesor Yang Yansui, dari Institute of Hospital Management Tsinghua University. “Reformasi ini dapat menandai berakhirnya era perluasan rumah sakit, sekaligus mendorong penguatan posisi pemangku kepentingan dan kolaborasi yang lebih luas.”

Baik di Tiongkok maupun di berbagai negara lain, gagasan reformasi pembayaran bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1983, Amerika Serikat memelopori legislasi yang mengubah skema asuransi medis dari Fee For Service (FFS) menjadi konsep Diagnosis Related Group (DRG). Tujuannya adalah menciptakan sistem yang lebih baik untuk klasifikasi pasien berdasarkan diagnosis, pengobatan, faktor komorbiditas, dan prognosis, sehingga meningkatkan manajemen pasien serta menghasilkan penghematan asuransi medis secara keseluruhan [3].

Konsep DRG kemudian menyebar ke wilayah Asia-Pasifik, dimulai dengan Australia pada tahun 1993. Korea Selatan, seperti banyak negara Asia lain yang menghadapi inflasi medis cepat, memulai adopsi DRG di rumah sakit dan klinik sejak tahun 2012. Beijing memulai operasi uji coba DRG di enam rumah sakit tersier pada tahun 2011, dengan mendaftarkan hampir 50.000 pasien dan berdampak pada berkurangnnya masa rawat inap secara signifikan [4,5].

Pada bulan Mei 2019, National Healthcare Security Administration, Ministry of Finance, National Health Commission, dan National Administration of Traditional Chinese Medicine di Tiongkok berkolaborasi untuk menerbitkan “Notice on Printing and Distributing the List of National Pilot Cities for DRG-based Medical Payment”, dengan memilih 30 kota sebagai lokasi percontohan awal. Setahun kemudian, dikeluarkan sebuah pemberitahuan perluasan yang memperkenalkan istilah Diagnosis Intervention Packet (DIP), yaitu modifikasi minor dari konsep DRG yang memasukkan mekanisme penyesuaian, dengan penggantian biaya akhir ditentukan secara ex post [2].

Salah satu kota percontohan tersebut adalah Guangzhou, yang memperoleh kesempatan dua tahun untuk menguji teknologi baru dengan penggantian biaya dasar. “Pendekatan ini memungkinkan kami mengumpulkan bukti yang cukup untuk membuktikan manfaat klinis dan ekonomi, yang selaras dengan semangat reformasi DRG/DIP,” tutur Profesor Liu Dayue, Deputy Director Medical Affairs Department di First Affiliated Hospital, Sun Yat-sen University. “Kami berharap melihat lebih banyak provinsi di Tiongkok mengadopsi kebijakan yang visioner semacam ini.”

Hingga saat ini, lebih dari 200 kota di Tiongkok telah melakukan upaya DRG/DIP, dan menghasilkan pemberitahuan resmi pada September 2021, yang diterbitkan oleh General Office of the State Council sebagai bagian dari 14th Five-Year National Medical Security Plan, yang mewajibkan adopsi model DRG atau DIP secara nasional pada tahun 2025 dan diperkirakan akan mencakup sebagian besar biaya rawat inap [6].

Makna reformasi DRG/DIP di Tiongkok bagi komunitas laboratorium klinis

Di Konferensi tersebut, para pemangku kepentingan dari seluruh ekosistem kesehatan di Tiongkok menyatakan bahwa akurasi dan ketepatan waktu diagnosis sangat penting untuk pelaksanaan konsep DRG/DIP yang efektif. Sepanjang diskusi, perwakilan komunitas laboratorium klinis menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung dan beradaptasi dengan perubahan.

Sejumlah pemimpin laboratorium sudah meningkatkan kegiatan pengembangan kapasitas mereka sendiri dalam menyongsong reformasi DRG/DIP. Salah satu fokus utama adalah percepatan waktu penyelesaian hasil laboratorium klinis. “Kami sangat membutuhkan laporan yang cepat,” ungkap Profesor Sun Zhijun, Director of the Cardiology Department di Shengjing Hospital, China Medical University. “Khususnya pada beban penyakit yang terus berkembang seperti gagal jantung, risiko komplikasi dipastikan meningkat seiring berjalannya waktu.”

Sejumlah pemimpin laboratorium tidak hanya fokus pada manajemen proses internal, tetapi juga turut membantu otoritas dalam membentuk kebijakan pengujian diagnostik dengan skema DRG/DIP yang baru. Pihak lainnya tengah mengembangkan kolaborasi baru, baik di dalam maupun di luar sistem kesehatan yang mereka layani, dengan memanfaatkan alat seperti WeChat untuk upaya koordinasi yang cepat. Di Konferensi tersebut, sejumlah pemangku kepentingan menilai bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam cara mitra rantai nilai dan pasokan berkomunikasi satu sama lain.

“Hasil yang akurat dan cepat memerlukan komunikasi yang diperkuat antara laboratorium dan fasilitas perawatan,” jelas Profesor Liming Cheng, Deputy Director of the Clinical Laboratory Department of Tongji Hospital, Tongji Medical College, Huazhong University of Sciences and Technology. “Kami membutuhkan mekanisme umpan balik yang lebih baik.”

Fokus lainnya adalah peningkatan kualitas layanan pengujian. Namun, sejumlah pemangku kepentingan mengkhawatirkan bahwa fokus berlebihan pada pemangkasan biaya dapat melemahkan upaya tersebut karena akses ke teknologi inovatif dan berkualitas tinggi akan berkurang, terlebih karena cakupan asuransi kesehatan di Tiongkok masih relatif mendasar. Sejalan dengan semangat DIP, terdapat pembahasan mengenai ‘dana penyesuaian’ lebih lanjut di tingkat provinsi setelah data stratifikasi penyakit populasi berkembang lebih komprehensif seiring berjalannya waktu.

Implikasi yang lebih luas bagi layanan kesehatan di Tiongkok

Sebagaimana disampaikan sejumlah pemangku kepentingan di Konferensi tersebut, reformasi DRG/DIP di Tiongkok dirancang terutama untuk membantu mendorong keberhasilan pengendalian biaya dan meningkatkan mekanisme penggantian biaya. Sebagai konsekuensi tambahan, reformasi tersebut juga menetapkan perlunya pencatatan medis yang lebih sistematis terkait hasil diagnostik, jalur perawatan pasien, dan hasil kesehatan. Unsur-unsur ini kemudian membuka jalan bagi perluasan digitalisasi sistem layanan kesehatan dan implementasi ekosistem layanan kesehatan berbasis nilai yang sesungguhnya.

“Dengan mempertimbangkan DRG, tugas terbesar yang ada di hadapan kita adalah meningkatkan kemampuan diagnostik,” ungkap Profesor Liming.

Referensi:

[1] “In Vitro Diagnostics Worldwide Global Comparison”. Statista: Jan 2022.
[2] Yi, Lai et al. “Hospital response to a case-based payment scheme under regional global budget: The case of Guangzhou in China”. ScienceDirect: Jan 2022.
[3] Yi, Rong dan Liu, Wendy. “On the journey of cost containment – China’s DRG development and implementation”. MCOL: Sep 2021.
[4] Kim, Seung Ju et al. “The effect of competition on the relationship between the introduction of the DRG system and quality of care in Korea”. European Journal of Public Health, Volume 26, Edisi 1: Feb 2016.
[5] Yu, Lihua dan Lang, Jingjing. “DRG pricing and payment policy in China: Where are we?”. Hepatobiliary Surgery and Nutrition: Des 2020.
[6] “National medical security system to be advanced”. The State Council, The People’s Republic of China: Sep 2021.

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top