PROLAB, sebuah laboratorium klinis swasta yang menyediakan layanan diagnostik di Thailand, memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan dan memelihara alur kerja pengujian berkualitas tinggi. Didirikan 25 tahun yang lalu, fasilitas laboratorium yang berbasis di Bangkok ini terakreditasi dengan standar internasional ISO 15189. Dengan komitmennya akan keunggulan operasional, tidak mengherankan bahwa tim PROLAB yang berfokus pada keberlanjutan di laboratorium & secara teratur meninjau setelannya, mencari peluang untuk meningkatkan kinerja dan manajemen lab melalui pelaksanaan aktivitas peningkatan yang terus menerus. Baru-baru ini, mereka mengidentifikasi beberapa area prioritas tinggi untuk perbaikan yang terkait dengan kelestarian lingkungan. “Menjadi tanggung jawab setiap orang untuk berkontribusi dengan cara-cara yang sejalan dengan kemampuan kami dalam memastikan kelestarian dunia kita,” kata Witune Arayapipatkul, Chief Executive Officer PROLAB. “Kita harus bekerja sama dengan segera untuk mengurus bumi kita.” Sebelumnya, mereka bekerja sama dengan sebuah mitra perusahaan untuk membuat perbaikan berarti dalam operasi laboratorium mereka. Tujuan pertamanya adalah mengurangi konsumsi air: laboratorium klinis tersebut telah membuang sekitar 1.600 liter air setiap hari dari sistem air dual reverse osmosis yang diperlukan untuk mengoperasikan instrumen laboratorium dan melakukan uji diagnostik klinis. Proyek Penggunaan Kembali Air menggambarkan kembali aliran air yang melalui laboratorium, menemukan cara yang tepat untuk menggunakan air limbah yang tersisa dari proses pemurnian air. Dalam sebuh arenovasi, mitra perusahaan PROLAB memasang pipa air dan penyimpanan baru di laboratorium. Sistem ini memungkinkan kami mendaur ulang air yang sebelumnya hanya dibuang; sekarang, air tersebut dialirkan untuk membersihkan toilet, mengepel lantai, menyiram tanaman, mencuci kain-kain tata graha, dan mencuci kendaraan laboratorium yang digunakan untuk mobil rontgen dan transportasi spesimen. “Setiap tetesan air adalah sumber daya yang terbatas, dan air limbah dari proses pemurnian ini tidak terkontaminasi, memungkinkannya dipergunakan kembali secara efektif, ” kata Arayapipatkul. “Prakarsa ini telah mengurangi penggunaan air secara signifikan dalam organisasi ini.” Manfaat lain dari Proyek Penggunaan Kembali Air adalah pengurangan gas rumah kaca yang dipancarkan selama produksi air minum. Dengan mengurangi penggunaan air dari pemerintah kota, PROLAB “mengambil langkah-langkah berarti menuju kelestarian lingkungan hidup,” tambah Arayapipatkul. Dengan menghemat begitu banyak air setiap hari adalah prestasi besar, dan tim PROLAB bertujuan untuk melakukan lebih banyak lagi. Bekerja kembali dengan mitra kerja mereka, mereka menangani kesulitan yang ditemukan di semua laboratorium: sampah plastik pemakaian jangka pendek. Reagent yang dibutuhkan untuk mengoperasikan instrumen membutuhkan kemasan plastik yang tidak dapat digunakan kembali untuk reagent di masa mendatang. Umumnya, plastik ini dibuang setelah digunakan. Di PROLAB, limbah plastik ini juga digunakan kembali. Mitra perusahaannya mengelola program daur ulang yang mengubah plastik lab yang dibuang menjadi barang yang berguna, seperti jam dinding dan nampan yang diperlukan untuk operasi laboratorium. Hal ini menjaugkan plastik dari tempat pembuangan sampah dan lautan, sekaligus mengurangi gas rumah kaca yang terkait dengan pembuangan limbah dan transportasi. Akhirnya, mitra PROLAB menerapkan sistem manajemen daya yang memungkinkan anggota tim untuk memantau penggunaan energi untuk setiap instrumen guna memastikan sistem beroperasi secara efisien. Sekarang, dasbor yang mudah dibaca memungkinkan tim untuk meminimalkan konsumsi energi melalui operasi lab yang lebih berkelanjutan. Komitmen PROLAB terhadap keberlanjutan sangatlah mendalam. Perusahaan telah menerima sertifikasi ISO 14064-1:2018, yang diberikan sebagai pengakuan atas upaya untuk mengurangi gas rumah kaca, dan telah dianugerahi Outstanding Model Organization in Human Rights Award dua tahun berturut-turut. Dan langkah PROLAB tidak berhenti di sini: tim ini memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan, seperti mengganti kendaraan bertenaga minyak dengan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi CO2 dan menerapkan energi surya. Tim ini juga menganjurkan lembaga-lembaga lain untuk mempertimbangkan pengadopsian upaya-upaya semacam ini. “Dengan melibatkan praktik-praktik ini, bersama-sama kita dapat membuat dampak yang signifikan untuk mengurangi polusi dan memelihara lingkungan yang berkelanjutan,” kata Arayapipatkul.
PROLAB meningkatkan keberlanjutan dalam operasi laboratorium klinis
April 3, 2025
Artikel
Dapatkan kabar dan info terbaru dari Lab Insights
Dapatkan kabar dan info terbaru dari Lab Insights
Lainnya dalam topik yang sama
Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.
Bacaan Berikutnya

