Artikel ini merupakan bagian dari serangkaian studi kasus tentang penggunaan NGS dan alat-alat digital untuk mendorong onkologi presisi di wilayah Asia Pasifik. Gulir ke bagian bawah artikel untuk melihat daftar lengkapnya.
Di seluruh wilayah Asia Pasifik, meningkatnya penggunaan pengurutan generasi berikutnya (NGS) pada laboratorium klinis mendorong kemajuan besar dalam tes kanker. Para patolog mengurutkan tumor untuk membantu mendiagnosis kanker secara lebih akurat, mengidentifikasi penanda prognostik utama, memandu pemilihan pengobatan dengan mendeteksi mutasi yang terkait dengan terapi bertarget, dan bahkan menyesuaikan pasien dengan uji coba klinis yang tepat. Data urutan juga digunakan untuk mengawasi pasien saat remisi untuk memberikan tanda peringatan dini jika kanker kembali.
Untuk semua alasan ini, patolog makin memiliki peran yang krusial dalam merawat pasien dengan kanker. Hal ini terutama tampak pada kenaikan dewan tumor molekuler (MTB), yang dalam beberapa fasilitas rumah sakit menjadi komplementer atau bahkan menggantikan pertemuan dewan tumor tradisional.

Terima kasih.
Anda berhasil berlangganan buletin!
Tidak menerima email? Coba periksa folder spam.
Anda dapat menghubungi [email protected] untuk bantuan lebih lanjut
Selain itu, Anda dapat menelusuri lebih banyak konten dari ThoughtLeadership
Apa itu MTB?
Seperti pertemuan dewan dokter umum, MTB adalah pertemuan para ahli yang difokuskan untuk menangani kasus-kasus pasien tertentu. Bagian “molekuler” dari MTB adalah sebuah indikasi bahwa pertemuan ini memberikan perhatian khusus pada penemuan molekuler, termasuk data NGS dan hasil dari pengujian molekuler yang relevan lainnya, serta bagaimana informasi itu dapat memandu perencanaan pengobatan.
MTB dapat menyatukan para onkolog, ahli bedah, ilmuwan genom, patolog molekul, ahli farmakologi, penasihat genetika dan spesialis lainnya. Tim ini biasanya meninjau semua data klinis pasien bersama profil molekuler kankernya, dalam beberapa kasus membandingkan mutasi somatik yang ditemukan dalam tumor dengan mutasi germline yang terdeteksi dengan mengurutkan genom pasien itu sendiri.
Bagaimana MTB digunakan di wilayah Asia Pasifik?
MTB tergolong baru dalam perawatan kanker. MTB mengikuti prinsip-prinsip yang sama dari diskusi perawatan klinis historis, dengan penambahan data molekuler canggih yang tersedia saat ini. Untuk tujuan kami, kami akan berfokus pada beberapa contoh penerapan MTB di laboratorium di area APAC.
Australia. Prof. Svetlana Cherepanoff, seorang ahli histopatologi okular di St. Vincent’s Hospital dan SydPath di New South Wales, adalah bagian dari kelompok yang menjalankan MTB tunggal untuk onkologi mata di Australia. Dia memiliki pengalaman langsung dengan manfaat dari profiling molekuler dan MTB multidisipliner di sana. Sebuah MTB untuk melanoma uveal, misalnya, berhasil mengintegrasikan informasi berbagai sumber data, yang menginspirasi SydPath untuk mengajukan hibah agar MTB ini menjadi model yang mandiri. Prof. Cherepanoff menyatakan bahwa alat-alat digital telah mempercepat banyak proses dalam MTB-nya dengan meningkatkan frekuensinya dari hanya enam per tahun menjadi delapan dalam empat bulan.
India. Di Manipal Hospital, Bengaluru, Dr Amit Rauthan menyatakan bahwa MTB sangat penting bagi perawatan pasien, tetapi dengan catatan bahwa keberhasilannya tergantung kemampuan semua tenaga medis untuk menyusun dan membagikan data—sesuatu yang sangat dibantu oleh alat-alat digital. “MTB sangat berguna dan dapat menggali pengetahuan yang diperlukan untuk memahami laporan-laporan NGS, memungkinkan pertanyaan-pertanyaan untuk diajukan, dan membuat informasi dapat diakses,” ungkapnya, menambahkan bahwa bahkan sesi 10 menit dapat membuat perbedaan. “MTB ini tidak perlu mendetail dan dapat menjadi sangat cepat untuk setiap laporan.”
Singapura. Di National University Cancer Institute, Singapore (NCIS), MTB mingguan memungkinkan para ahli untuk meninjau data profiling molekuler secara teratur. Tim ini terdiri dari ahli yang fokus pada lokasi tumor tertentu dan pengembangan obat fase awal yang berfokus pada profil mutasi unik setiap pasien untuk mengembangkan rencana pengobatan. “Setiap kanker adalah penyakit yang langka karena keragaman profil mutasi yang ada dalam setiap tumor pasien,” kata Dr David Tan, onkolog di NCIS. “Data mutasi ini juga memfasilitasi pengembangan obat berbasis penanda bio dengan cara yang secara etnis agnostik, yang sangat penting di Asia.”
Korea Selatan. Prof. Jee Hyun Kim, spesialis kanker payudara di Seoul National University Bundang Hospital, berpartisipasi dalam MTB untuk membantu menjelaskan hasil NGS dan pentingnya menerapkan data ini pada lebih banyak kasus kanker. Prof. Kim telah melihat hasil yang sangat positif pada pasiennya sendiri, yang secara signifikan telah meningkatkan penggunaan data NGS oleh dirinya sendiri. Dia berharap bahwa tingkat bukti yang kuat akan dimasukkan ke dalam rekomendasi panduan dan tinjauan untuk menunjukkan bagaimana terapi yang dipandu NGS meningkatkan kelangsungan hidup.
Taiwan. Di China Medical University Hospital, Dr Jan-Gowth Chang mengatakan bahwa MTB dilakukan satu atau dua kali dalam sebulan untuk memusatkan perhatian pada pasien dengan hasil NGS buruk yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut oleh para ahli patologi, ahli bioinformatika, teknisi laboratorium dan profesional layanan kesehatan lainnya. Informasi dari pertemuan MTB dibagikan melalui laporan yang dapat diunduh secara elektronik dari rekam medis atau sistem rumah sakit. Sebuah tim bioinformatika internal secara rutin memperbarui basis datanya sehingga rekomendasi pengobatan dan informasi obat dapat ditambahkan ke laporan NGS.
Cara memulai MTB
Meskipun memulai MTB mungkin tampak berat, bahkan langkah kecil pun bisa membuat perbedaan. Memberikan edukasi kepada mitra klinis tentang nilai data NGS dalam membimbing diagnosis dan pengobatan kanker pasien adalah salah satu langkah penting, dan hal ini dapat dilakukan dengan berbagi beberapa jurnal ilmiah yang relevan atau studi kasus klinis.
Bekerja sama dengan departemen lain, atau bahkan sistem kesehatan lainnya, juga dapat membantu mengumpulkan keahlian yang dibutuhkan untuk diskusi MTB yang bermanfaat. Tentu saja, dengan menambahkan seorang ahli patologi molekuler ke dewan tumor yang sudah ada sudah cukup untuk memicu percakapan mengenai kegunaan memasukkan data NGS untuk kasus kanker.
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara memulai MTB sendiri, lihat berbagai referensi luar biasa ini:
- This helpful review describes the basics and clinical utility of MTBs
- Tips from a US group about how they implemented MTBs in a cancer center
- An assessment of the current state of MTBs from scientists in The Netherlands
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang peran yang terus berkembang dari pengurutan generasi berikutnya, dewan tumor molekular, dan alat pendukung keputusan klinis dalam perawatan kanker, lihat studi kasus ini:





