Menghilangkan penundaan diagnostik dengan teknologi point-of-care (titik perawatan) untuk sindrom koroner akut

Maret 2, 2020 Bullet Artikel

Dalam dunia yang ideal, setiap pasien yang mengalami cengkeraman angina yang sangat kuat dan erat akan didiagnosis dengan cepat. Namun banyak warga Thailand yang mengalami sakit di dada enggan untuk mencari pertolongan medis. Banyak yang menunda kunjungan ke dokter, beberapa bahkan sampai dua hari. Seiring dengan perubahan kebiasaan makan dan gaya hidup bangsa kita, tidak heran bila angka kematian akibat penyakit jantung koroner terus meningkat [1]. Sementara laboratorium klinik mungkin memiliki pengaruh langsung yang terbilang kecil terhadap perilaku pencarian pengobatan masyarakat, kita dapat memastikan bahwa layanan kita memberikan diagnosis yang akurat dalam waktu sesingkat mungkin. Dan kita dapat mengambil peran penting dalam memberikan penghematan waktu ini. Di Khon Kaen University, kami meninjau perjalanan dari kedatangan ke fasilitas kesehatan untuk pengobatan. Kami menyadari bahwa setelah dilakukan evaluasi klinis, dapat terjadi penundaan dalam pemantauan EKG, dan yang lebih serius lagi, hasil troponin mungkin akan tertunda. Untuk menghilangkan beberapa keterlambatan ini, kami melatih lebih banyak tenaga kesehatan profesional, termasuk perawat, untuk bisa membaca hasil EKG guna memastikan pemantauan yang cepat bagi pasien. Kami juga ingin menggabungkan skrining untuk kadar troponin T di titik perawatan sehingga pasien yang berisiko mengalami peristiwa yang berhubungan dengan jantung atau komplikasi dapat segera menjalani pemeriksaan dan menerima perawatan lanjutan yang diperlukan. Dalam mengevaluasi nilai diagnostik pengujian kadar troponin T titik perawatan (Point-Of-Care, POC), para peneliti dari Denmark melaporkan pada tahun 2013 [2] bahwa 89 persen pasien dengan kadar troponin T lebih tinggi dari 50ng/L menderita kondisi yang berhubungan dengan jantung. Tingkat peningkatan ini juga berhubungan dengan tingkat kematian yang mencapai 3-10x lebih tinggi, terlepas dari apakah pasien memiliki diagnosis sindrom koroner akut atau tidak. Karena itu, kami memutuskan untuk menyertakan skrining kadar troponin T karena pasien MI yang tidak memiliki kadar troponin T yang tinggi pun menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi dan harus dioperasi dalam waktu 24 jam.

Pengujian POC (Point-Of-Care [Titik Perawatan]) untuk ACS - usulan alur kerja

  Menambahkan pengujian kadar troponin T POC kepada layanan diagnostik kami telah mengubah perawatan yang kami berikan kepada pasien. Dengan menggabungkan evaluasi klinis gejala-gejala dengan EKG dan POC troponin T, jalur diagnostik ini memberikan nilai dan menyelamatkan kehidupan.
[1] Kiatchoosakun, S., dkk., 2012. Coronary artery disease in the Thai population: data from health situation analysis 2010. Journal of the Medical Association of Thailand, 95 supplementary 7, S149-155.
[2] Stengaard, C., et al. 2013. Quantitative Point-of-Care Troponin T Measurement for Diagnosis and Prognosis in Patients With a Suspected Acute Myocardial Infarction. The American Journal of Cardiology, 112(9), pp.1361-1366.

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top