Bumrungrad merencanakan laboratorium generasi berikutnya untuk menghadirkan pengalaman pasien yang lebih unggul

Oktober 23, 2020 Bullet Artikel

 

Sebagai salah satu rumah sakit swasta terbesar di Asia Tenggara dan magnet bagi wisatawan medis dari seluruh dunia, Bumrungrad International Hospital memiliki reputasi yang kuat atas keunggulan dalam perawatan pasien. Bebasis di Bangkok, rumah sakit ini menyediakan layanan lebih dari 70 sub-spesialisasi medis bagi lebih dari 1,1 juta pasien dari 190 negara per tahunnya. Dengan volume kunjungan pasien yang sangat tinggi setiap tahunnya, Bumrungrad mengelola salah satu laboratorium klinis paling sibuk di antara rumah sakit swasta di Thailand. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat sekaligus mendukung berbagai layanan kesehatan mutakhir, Bumrungrad memiliki rencana ambisius untuk membangun “laboratorium generasi berikutnya” yang dilengkapi dengan peralatan tingkat lanjut, teknologi informasi canggih, dan proses bisnis yang efisien. Untuk mempelajari selengkapnya tentang rencana ini, tim Lab Insights baru-baru ini melakukan wawancara dengan Jeremy Ford, Director of Laboratory, Research and Technology di Bumrungrad.

Visi Ford untuk laboratorium generasi berikutnya

Ford, seorang ilmuwan klinis dengan pengalaman sekitar 40 tahun dalam penelitian dan manajemen laboratorium, berperan sebagai penasihat strategis bagi tim manajemen eksekutif Bumrungrad dan personel yang menangani operasional laboratorium sehari-hari. Bekerja sama dengan departemen litbang, ia mendukung penelitian translasional dan pengembangan produk baik di laboratorium klinis maupun di sejumlah departemen lain yang mendorong transformasi digital rumah sakit.

Profil Jeremy Ford, berdiri di depan logo Bumrungrad International Hospital
Jeremy Ford, Director (Laboratory, Research and Technology) di Bumrungrad International Hospital, Thailand.

Sebagian besar inisiatif Ford berfokus pada digitalisasi proses laboratorium klinis. Baik laboratorium inti maupun mikrobiologi telah sepenuhnya bebas kertas, dan ia berharap laboratorium molekuler, departemen histopatologi, serta bank darah akan beralih ke sistem bebas kertas dalam waktu dekat. Ia juga turut membantu mengimplementasikan alur kerja patologi digital lengkap, termasuk anotasi gambar untuk mendukung penerapan AI dalam pengambilan keputusan diagnostik. Ford memproyeksikan otomatisasi, konsolidasi, dan integrasi yang lebih luas di masa mendatang. “Dalam sepuluh tahun ke depan, kami akan sepenuhnya beralih ke sistem otomatis dan robotik, dengan setiap alat analisis terintegrasi dalam satu jalur di satu atau dua ruangan,” ungkapnya. “Semua instrumen di laboratorium pusat dan point-of-care akan memiliki interoperabilitas penuh dan terhubung secara digital dengan rekam medis pasien.” Dalam beberapa tahun mendatang, Ford juga memprediksi akan meluasnya penggunaan perangkat yang dapat dikenakan bermutu medis yang dapat memantau pasien secara waktu nyata, berkelanjutan, dan non-invasif. Ia meyakini bahwa laboratorium klinis dapat menjalankan peran penting dalam pengumpulan dan integrasi data dari perangkat yang dapat dikenakan tersebut, serta turut membantu membangun infrastruktur digital yang memungkinkan hal tersebut terwujud di lingkungan rumah sakit.

Pengobatan yang dipersonalisasi, kebugaran, dan “kembaran digital”

Selain mendorong efisiensi operasional baru dalam perawatan klinis, laboratorium generasi berikutnya dari Bumrungrad juga akan menghadirkan rangkaian layanan pengobatan yang dipersonalisasi dan kebugaran preventif untuk mendorong pencapaian hasil kesehatan yang lebih unggul bagi pasien serta konsumen mereka. “Organisasi ini sangat menekankan perawatan integratif, dengan menjadikan konsep kebugaran sebagai pelengkap dalam praktik klinis kami,” jelas Ford. “Kami telah menjalankan praktik kebugaran selama lebih dari 20 tahun, yang menjadikan kami salah satu pelopor di wilayah ini dan menempatkan kami jauh lebih unggul dibandingkan para kompetitor.” Rumah sakit ini berkomitmen untuk menerapkan standar ilmiah yang setara dalam layanan kebugaran, sebagaimana yang berlaku dalam pengobatan klinis. Oleh karena itu, prosedur dan intervensi terkait kebugaran, seperti layanan skrining logam beracun atau rekomendasi suplemen makanan, harus divalidasi oleh literatur akademik yang telah melalui proses telaah sejawat. Dengan kata lain, interpretasi nilai laboratorium akan dilakukan secara lebih dipersonalisasi. “Kami berupaya melampaui konsep kisaran normal dan menemukan titik optimal yang sesuai bagi setiap individu,” tutur Ford. “Banyak orang berpikir bahwa kebugaran hanyalah soal memakai Apple Watch dan mengukur tanda-tanda vital, padahal makna sebenarnya jauh lebih luas.” Untuk membantu terwujudnya visi ini, Bumrungrad memiliki kapasitas untuk membangun profil digital yang terperinci dari para pengguna layanan mereka. Profil ini, yang disebut sebagai “kembaran digital,” didasarkan pada beragam data, termasuk profil genomik, rekam medis, dan data waktu nyata dari perangkat yang dapat dikenakan, yang berkembang seiring waktu bersama pengguna layanan. Dengan demikian, rumah sakit ini dapat menilai risiko genetik dan menjalankan simulasi medis yang mendukung perawatan preventif serta pemilihan pengobatan di tingkat individu.

Misi utama: pengalaman pasien yang unggul

Berbagai inovasi yang tercipta di laboratorium klinis Bumrungrad merupakan bagian dari agenda transformasi yang lebih luas untuk menjadikan layanan medis dan kebugaran mereka lebih nyaman, mudah diakses, serta berorientasi pada pasien. Beberapa pilar kunci dari agenda ini mencakup investasi pada pusat kontak baru yang canggih dengan fungsi obrolan lanjutan; kemampuan telemedisin baik untuk perawatan primer maupun khusus; serta layanan perawatan di rumah yang meliputi konsultasi, perawatan kesehatan, vaksinasi, distribusi obat, pengambilan sampel di rumah, dan berbagai layanan lainnya.

Infografis yang menampilkan visi 'Anywhere Anytime' dari Bumrungrad beserta ilustrasi layanan yang disediakan.
Agenda transformasi digital Bumrungrad mencakup semua aspek pengalaman pasien.

Penggabungan seluruh kemampuan tersebut ke dalam satu pengalaman pasien yang terpadu memerlukan integrasi yang lancar antara laboratorium klinis dan infrastruktur digital rumah sakit secara keseluruhan. Untuk berpartisipasi dalam perubahan ini, para profesional laboratorium perlu mempersiapkan diri menghadapi paradigma kerja yang baru. “Seiring dengan makin banyaknya alur kerja serta analitik kami yang diotomatisasi, staf laboratorium perlu mengalihkan fokus dari proses manual dan mulai membangun keterampilan baru,” jelas Ford. “Mereka perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang data dan teknologi, serta orientasi yang lebih kuat terhadap layanan dan pengoptimalan proses.”

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top