Konferensi APEC tentang Eliminasi Kanker Serviks
Pada tahun 2020, WHO mengumumkan tujuannya dalam menghilangkan kanker serviks pada tahun 2030. Target ’90-70-90′ bertujuan untuk memastikan bahwa 90% anak perempuan akan divaksinasi penuh dari HPV sebelum usia 15 tahun; 70% wanita akan dilakukan skrining dengan tes berkinerja tinggi pada usia 35 tahun dan sekali lagi pada usia 45 tahun; serta 90% wanita yang teridentifikasi mengidap penyakit serviks akan menerima pengobatan.
Selama tiga tahun terakhir, 21 ekonomi anggota dari Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), sebuah forum antar-pemerintah yang mempromosikan perdagangan bebas melalui wilayah Asia Pasifik, telah mencapai tingkat keberhasilan yang berbeda dalam memenuhi target 90-70-90. Banyak yang menghadapi tantangan besar dalam penerapan program vaksinasi, skrining, dan pengobatan mereka.
Untuk melacak upaya dan mengukur kemajuan dari tujuan ini, APEC Health Working Group baru-baru ini merilis Laporan KPI mengenai Eliminasi Kanker Serviks di Wilayah APEC. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan pentingnya.
Penekanan yang lebih besar diperlukan pada langkah-langkah pencegahan
Dengan lebih dari 90% perempuan diidentifikasi dengan penyakit serviks yang menerima pengobatan di sekitar sepertiga dari semua ekonomi anggota APEC, beberapa tempat melakukannya dengan baik dalam memenuhi target pengobatan. Hal ini tidak mengherankan karena pengobatan adalah pendekatan tradisional terhadap manajemen penyakit untuk kanker serviks.
Namun, untuk tindakan pencegahan, hanya 24 persen dari ekonomi anggota APEC yang memenuhi target skrining dan hanya 5 persennya yang memenuhi target vaksinasi. Karena strategi pencegahan yang tepat dapat menghentikan perkembangan infeksi HPV terhadap kanker serviks, sangat penting untuk mempercepat upaya pemenuhan target tersebut. Laporan KPI menyoroti kebutuhan mendesak bagi ekonomi anggota APEC untuk meningkatkan investasi dan adopsi langkah-langkah preventif, melalui pendekatan reaktif saat ini melalui strategi pengobatan.
Rencana yang matang, tetapi pendanaan membatasi penerapannya
Terlepas dari kemajuan dalam setiap pilar dari target 90-70-90, tidak ada ekonomi anggota APEC yang telah mencapai semua 3 targetnya. Di sisi posisif, 67%-nya telah menerapkan rencana tahun jamak yang mencakup vaksinasi, skrining dan/atau pengobatan, tetapi tingkat pendanaan sangat bervariasi di berbagai rentang usia, status sosial-ekonomi, dan gender.
Saat 86% dari negara-negara anggota APEC melaporkan bahwa mereka memasukkan vaksinasi HPV dalam program eliminasi kanker serviks, hanya 7 di antaranya yang sepenuhnya didanai untuk populasi yang memenuhi syarat. Program skrining tampaknya lebih berhasil, dengan 95%-nya melaporkan bahwa program skrining kanker serviks tersedia. Namun, meski 71% dari program-program ini memiliki dana publik, akses ke dana-dana ini sering bergantung pada berbagai prasyarat, termasuk hasil dari diagnosis penyakit dan status sosial ekonomi.
Kesenjangan antara rencana dan penerapan masih ada untuk banyak ekonomi dan perlu ditangani untuk memastikan meratanya sumber daya bagi semua yang membutuhkan. Selain mempercepat upaya-upaya ke arah pencapaian target-target vaksinasi dan skrining, penting juga bagi ekonomi untuk membangun dan/atau mengintegrasikan sistem data digital dan registri untuk memungkinkan pelacakan yang lebih baik dari program eliminasi mereka, dalam rangka memantau perubahan dalam beban penyakit dan memfasilitasi keputusan yang berpengetahuan dalam tingkat klinis dan kebijakan.
Langkah-langkah di arah yang benar
Meskipun masih ada celah dan hambatan dalam pelaksanaan, tetapi kita telah melihat banyak langkah ke arah yang tepat melalui ketiga pilar target 90-70-90 tersebut, serta usaha-usaha yang lebih luas dalam meningkatkan kesadaran dan pendidikan mengenai eliminasi kanker serviks.
Vaksinasi – 71% ekonomi anggota APEC telah mengadopsi program vaksinasi untuk pencegahan primer kanker serviks. Namun, upaya masih diperlukan karena hanya 5% yang telah mencapai >90% cakupan dosis pertama untuk kohor atau anak perempuan yang memenuhi syarat di dalam negeri, dengan 24%-nya memiliki tingkat pencapaian antara 70% dan 90%.
Skrining – 95% ekonomi anggota APEC memiliki program skrining domestik atau kemampuan untuk melakukan skrining dan pengujian diagnostik. Dari berbagai metode pengujian, hanya 57% laporan menyertakan pengujian DNA HPV, yang dianggap sebagai standar emas dan direkomendasikan oleh WHO. Untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatkan tingkat skrining, setidaknya 19% dari ekonomi anggota memiliki program yang menggunakan metode pengambilan sampel mandiri (untuk lebih lanjut, silahkan klik di sini).
Pengobatan – 62% ekonomi anggota APEC memiliki pedoman klinis untuk individu yang telah didiagnosis mengidap atau berisiko HPV. 76%-nya memiliki strategi definitif untuk rujukan ke perawatan sekunder dan tersier, termasuk sistem rujukan.
Kesadaran dan Pendidikan – 71% dari anggota ekonomi APEC memiliki program vaksin kepercayaan atau komunikasi yang ditargetkan untuk remaja dan/atau orang tuanya. Menyampingkan informasi yang salah dan menggalakkan strategi komunikasi yang efektif mengenai kanker serviks dan HPV kepada beberapa pemangku kepentingan itu penting karena menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap kelompok yang memenuhi syarat dalam program-program ini.
Hal ini membanggakan, banyak ekonomi anggota APEC telah memasukkan strategi untuk eliminasi kanker serviks dalam sistem kesehatan mereka masing-masing. Sekarang, akselerasi menjadi sangat penting untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan oleh WHO dan untuk membuat eliminasi kanker serviks menjadi kenyataan.


