Dokter adalah bagian penting dari gambaran kesehatan dan laboratorium untuk memastikan kebutuhan klinis terpenuhi. Oleh karena itu, para pimpinan laboratorium akan mendapat manfaat penerapan strategi pengelolaan hubungan dokter-laboratorium dan peningkatan pelayanan pasien bersama-sama.
Salah satu bagian untuk mendapatkan kepuasan dokter adalah dengan menyediakan layanan yang mereka butuhkan tepat waktu. Dengan demikian, laboratorium kami telah mengembangkan sistem di mana kami segera dan proaktif memberi tahu dokter tentang hasil yang ganjil ketika mereka bertugas. Selain pemberitahuan proaktif ini, kami akan menyarankan pengujian refleks berdasarkan hasil. Proyek-proyek peningkatan mutu berkelanjutan seperti ini sangat mampu mendorong pelayanan pasien dan dapat berdampak penting pada hasil jika dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dokter.
Dokterlah yang mengirim pasien ke laboratorium, jadi wajar jika kita menganggap dokter sebagai klien utama kita. Tetapi saya percaya pasien merupakan klien sejati laboratorium.
Dukungan dari para dokter tentu saja dibutuhkan. Kami berbagi klien yang sama dan tujuan yang sama. Untuk mencapai hal ini, kita harus terus menerus berkomunikasi dengan dokter untuk memastikan kita bekerja sama dengan efektif. Memberikan saran secara proaktif kepada dokter akan memungkinkan mereka untuk mulai menganggap laboratorium sebagai sumber daya, pusat pengetahuan, dan mitra sejati.
Laboratorium yang berpusat pada pasien mengetahui bahwa di balik setiap sampel atau tabung reaksi terdapat seseorang—ibu, ayah, saudara kandung, anak atau teman seseorang. Apakah untuk mengkonfirmasi diagnosis yang telah lama ditunggu-tunggu, menentukan kelayakan untuk pengobatan baru, atau memberikan informasi terbaru tentang perkembangan penyakit, semua yang kita lakukan pada akhirnya berkontribusi terhadap keseluruhan perjalanan kesehatan pasien. Setiap pasien itu penting, dan klien sejati kita perlu diyakini bahwa laboratorium akan menguji sampel mereka secara berkualitas, akurasi, dan empati.
Mengingatkan para profesional laboratorium untuk berpusat pada pasien
Seperti di banyak laboratorium, saya mendorong tim saya untuk bekerja dengan rasa empati terhadap pasien di balik sampel dan membiarkan empati itumemandu pekerjaan mereka. Berikut ini beberapa saran untuk menggabungkan prinsip-prinsip ini ke dalam praktik laboratorium:
- Masukkan pengingat yang berpusat pada pasien sebagai bagian integral dari orientasi karyawan baru
- Ingatkan semua staf agar berpusat pada pasien dan memahami pasien sebagai klien sejati mungkin membutuhkan kerja ekstra
- Bentuk gugus tugas di dalam laboratorium yang misinya adalah mengidentifikasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan hubungan dokter-laboratorium dengan cara yang berdampak positif pada hasil pasien
Jadi, siapa klien sejati laboratorium? Tentu saja, pasien. Namun, upaya untuk bekerja lebih harmonis dengan dokter, memberikan hasil yang lebih cepat dan bermutu, berkomunikasi secara efektif, dan mengembangkan proyek-proyek perbaikan mutu yang meningkatkan pelayanan kepada pasien, akan memungkinkan laboratorium dan dokter mencapai tujuan bersama dalam memberikan pelayanan pasien yang optimal.
