Untuk analisis kanker payudara, patologi digital menawarkan pendekatan yang lebih efisien

Februari 25, 2022 Bullet Artikel

Dari berbagai bidang spesialisasi yang diterapkan oleh laboratorium klinis melalui patologi digital, kanker payudara termasuk yang paling umum sekaligus paling terbantu oleh penerapan ini. Kemampuan melakukan pencitraan slide utuh (whole-slide imaging) memberikan manfaat besar untuk sampel dengan jaringan yang sangat heterogen, terutama mengingat makin kompleksnya analisis biomarker lama dan baru.

Dalam sebuah webinar baru-baru ini, para patolog berbagi pengalaman mereka menggunakan alat patologi digital untuk analisis kanker payudara. Jika pendekatan ini sedang dipertimbangkan untuk laboratorium kanker payudara Anda, baik untuk kanker payudara maupun bidang lain yang menunjukkan manfaat dari patologi digital, sorotan dari acara tersebut berikut ini dapat bermanfaat.

Biomarker yang lebih kompleks, interpretasi yang lebih cepat

Bagi pasien kanker payudara, pengobatan baru kini memberikan peningkatan hasil yang signifikan. Namun, banyak dari pengobatan ini yang hanya akan efektif pada pasien yang tumornya memiliki profil biomarker tertentu. Dengan makin banyaknya terapi baru atau kombinasi terapi, tim laboratorium klinis menghadapi tekanan untuk melakukan analisis yang lebih mendalam yang membuat interpretasi setiap sampel menjadi lebih lama.

Seiring dengan banyaknya biomarker yang perlu diberi pewarnaan dan dipantau, patologi digital menjadi sebuah perkembangan penting, Dr. Richie Jara-Lazaro, Regional Pathologist di divisi Medical & Scientific Affairs, Roche Diagnostics Asia Pacific menjelaskan.

Sejumlah platform patologi digital menawarkan perangkat lunak analitik yang juga mampu mempercepat proses interpretasi. Pemberian skor jumlah salinan gen dengan bantuan komputer pada area tertentu dari citra slide terbukti lebih cepat daripada proses manual standar. Misalnya, algoritma analisis gambar dari uji HER2 ISH ganda dapat digunakan untuk menentukan amplifikasi gen HER2. Menurut Dr. Jara-Lazaro, analisis manual terhadap sebuah sampel dapat memerlukan waktu hingga 15 menit, tetapi dengan hasil berbantuan komputer hanya membutuhkan beberapa detik.

Di Hospital del Mar, Spanyol, tim patologi yang dipimpin oleh Dr. Mar Iglesias telah menerapkan pendekatan ini. Tim tersebut memulai dengan kanker payudara dan mendapati bahwa peta panas visual serta data inti sel hasil perhitungan komputer sangat berguna, sehingga penggunaan patologi digital segera diperluas ke berbagai sub-spesialisasi patologi. Alat digital memungkinkan pengukuran tumor yang presisi dan jarak ke margin, yang tidak selalu dapat dilakukan dengan mikroskopi.

Dewan tumor yang lebih efisien

Menurut Dr. Iglesias, salah satu alasan patologi digital sangat membantu adalah kemampuannya meningkatkan hasil yang dapat dibagikan timnya untuk dewan tumor. Misalnya, pendekatan digital memungkinkan mereka memberi anotasi pada citra dan kembali mengaksesnya kapan saja, sehingga citra tersebut dapat dijadikan referensi dalam dewan tumor maupun program edukasi jika diperlukan. Bagi rekan-rekan tenaga medis yang ikut serta dalam diskusi ini, Dr. Iglesias mengatakan, “Teknologi digital mempermudah pekerjaan mereka.”

Menggabungkan hasil patologi digital dengan antarmuka dewan tumor berbasis perangkat lunak juga memungkinkan tim laboratorium klinis dan rekan-rekan mereka di rumah sakit untuk menghimpun seluruh informasi klinis dan patologi dalam satu sistem terintegrasi. Pendekatan ini lebih efisien dan terstandar, sehingga memberikan manfaat baik bagi para dokter maupun pasien. Dr. Iglesias memberikan tambahan. “Faktanya, kami sedang meningkatkan kualitas perawatan yang dipersonalisasi ini,” imbuhnya.

Dr. Jara-Lazaro menekankan bahwa patologi digital juga meningkatkan kolaborasi dan memungkinkan konsultasi karena citra dapat dengan mudah dibagikan di lingkungan rumah sakit maupun antar-institusi. Pendekatan ini memungkinkan adanya dewan tumor jarak jauh atau virtual, yang terbukti penting untuk menjaga kinerja perawatan pasien selama pandemi COVID-19.

Menerapkan patologi digital ‘sedikit demi sedikit’

Saat menerapkan patologi digital, salah satu hal yang paling penting yang harus diingat adalah mengatur tahapan transisi. “Saya menyarankan untuk melakukannya sedikit demi sedikit,” kata Dr. Iglesias, yang timnya pada awalnya menerapkan patologi digital untuk kasus kanker payudara, lalu memperluasnya ke kasus paru, kulit, serta gastrointestinal, dan yang lainnya.

Adopsi patologi digital membutuhkan pertimbangkan terhadap keseluruhan alur kerja: pengambilan citra, manajemen, dan analisis citra. Memastikan bahwa laboratorium memiliki kapasitas penyimpanan digital yang memadai sama pentingnya dengan memberikan pelatihan yang tepat bagi staf patologi yang harus beralih dari teknik manual ke digital.

Di Hospital Del Mar, seorang teknisi ditunjuk khusus untuk menangani pencitraan slide ketika alur kerja patologi digital yang baru mulai diterapkan. Dr. Iglesias menyampaikan bahwa teknisi laboratorium tersebut dapat beradaptasi dengan proses baru hanya dalam beberapa minggu, meskipun ia juga menekankan bahwa asosiasi patologi terkemuka merekomendasikan masa belajar dua bulan bagi mereka yang baru mulai menggunakan alat patologi digital.

Mulai dari algoritma analisis citra hingga dewan tumor berbasis perangkat lunak, kanker payudara memberikan peluang besar untuk memulai penggunaan alat patologi digital. Seiring dengan makin banyaknya tes yang tersedia pada platform patologi digital, impian akan pengobatan yang benar-benar dipersonalisasi menjadi kian dapat diwujudkan.

Lainnya dalam topik yang sama

Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.

Rekomendasi topik

SekuensingMERAH 2020Penyakit langka
Bacaan Berikutnya
Scroll to Top