Dalam pembicaraan tentang penggunaan pengambilan sampel mandiri HPV sebagai sarana skrining kanker serviks pada Konferensi Tahunan ke-37 International Papillomavirus Society (IPVS 2025) belum lama ini, Profesor Deborah Bateson dari Sydney Medical School di University of Sydney dan Profesor Woo Yin Ling dari University of Malaya berbagi wawasan dan pengalaman luar biasa mereka tentang penggunaan pengambilan sampel mandiri HPV di dunia nyata, terutama pada populasi yang kurang atau belum pernah menjalani skrining. Australia telah berada di garis depan dalam upaya pemberantasan kanker serviks. Berada di jalur yang tepat untuk memberantas kanker serviks pada tahun 2035, hal ini berkat beberapa faktor kunci. Australia adalah negara pertama di dunia yang meluncurkan program vaksinasi HPV berbasis sekolah yang terorganisir, mengganti metode skrining primer dari pap smear ke tes DNA HPV (mengurangi kebutuhan pengujian ulang dari setiap 2 tahun menjadi 5 tahun), dan beralih ke registrasi skrining kanker nasional yang mengurangi angka putus tindak lanjut. Dalam pembicaraan ini, Professor Bateson membahas manfaat pengambilan sampel mandiri HPV sebagai cara untuk menjangkau orang-orang yang kurang atau belum pernah menjalani skrining, bersamaan dengan pendekatan baru program skrining guna memastikan perawatan menjangkau setiap wanita yang membutuhkan. Meskipun pelaksanaan program semacam ini membutuhkan sumber daya dan proses manajemen perubahan yang cermat, hasilnya sungguh sepadan. Setelah program tersebut diimplementasikan, 46% sampel diambil dari sumber pengumpulan mandiri dan menjangkau mereka yang sebelumnya tidak terjangkau. Di Malaysia, Professor Woo mengembangkan Program Rose yang sangat sukses (yang sudah pernah diliput di sini sebelumnya) yang telah dijalankan oleh yayasannya sejak tahun 2019. Dia menekankan bahwa penerapan metode pengujian di dunia nyata adalah apa yang berhasil di lapangan. Selain melakukan kerja lapangan yang ekstensif, Profesor Woo sangat bersemangat untuk mengatasi persepsi, mendidik, dan mengomunikasikan fakta tentang kanker serviks secara efektif kepada semua orang. Dengan cara ini, para wanita yang mereka jangkau di komunitas yang kurang terlayani dapat lebih memahami kebutuhan kesehatan mereka sendiri dan lebih mampu mengambil keputusan.
Populasi yang kurang terlayani memanfaatkan pengambilan sampel mandiri HPV untuk pemberantasan kanker serviks.
Desember 16, 2025
Artikel
Dapatkan kabar dan info terbaru dari Lab Insights
Dapatkan kabar dan info terbaru dari Lab Insights
Lainnya dalam topik yang sama
Pilih postingan terkait dari opsi di bawah ini.
Bacaan Berikutnya


